Foto : Istimewa

Foto : Istimewa



Mobilitas orang di era globalisasi sudah sangat cepat, terutama Orang Asing yang berada di Indonesia. Untuk itu, perlu adanya pengawasan yang intensif untuk mengetahui keberadaan dan kegiatan Orang Asing demi tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang berharap masyarakat turut aktif dalam hal pemantauan warga negara asing (WNA), salah satunya dengan melakukan laporan melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Termasuk, para pengurus hotel atau mess perusahaan yang relatif lebih intens bersinggungan dengan WNA. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang Novianto Sulastono mengungkapkan, APOA merupakan salah satu wujud keseriusan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam mengawasi mobilitas Orang Asing. "Aplikasi ini dapat digunakan hotel, penginapan atau mess perusahaan dalam pelaporan keberadaan Orang Asing secara mandiri," terangnya.

Pihaknya juga telah melakukan kegiatan sosialisasi APOA pada para hotelier di wilayah Kanim Malang pada pekan pertama September 2019. "Kami mengharapkan peran aktif dari pengurus hotel, penginapan dan mess perusahaan dalam pelaporan Orang Asing mengunakan aplikasi dari Direktorat Jenderal Imigrasi tersebut," sebutnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Kanim Malang juga melakukan demo penggunaan APOA secara mandiri. Dia menyebut, ketentuan pelaporan tersebut berdasarkan Undang-Undang (UU) nomor 6 tahun 2011. Dalam aturan perundang-undangan, pemilik penginapan atau hotel wajib menyampaikan laporan. 

Bahkan, ada sanksi jika pemilik penginapan atau hotel yang tidak laporan bila ada warga negara asing (WNA) yang menginap. Sanksi tersebut, bisa berupa pidana tiga bulan atau denda Rp 25 juta. 

Proses pelaporan itu relatif mudah. Para pelaku usaha hotel dan penginapan tinggal membuka APOA dan registrasi. Setelah itu, melaporkan nama atau identitas WNA yang menginap di hotel atau penginapannya. Selain itu juga mencantumkan paspor dan visa. 


Mereka diberi pemahaman  terkait pelaporan WNA yang menginap itu lewat APOA. Menurut dia, setelah sosialisasi banyak penginapan dan pemilik hotel yang laporan. Sesuai data yang masuk, per hari ada sekitar 250-400 orang asing yang menginap.  

 


End of content

No more pages to load