Pelaku yang diamankan petugas. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Pelaku yang diamankan petugas. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Berpenghasilan Rp 10 juta atau bahkan  lebih dalam setiap bulan  menjadi impian  banyak orang. Namun jika penghasilan besar yang didapat harus mengantarkan ke hotel prodeo alias penjara, tentu hal itu yang akan dihindari oleh banyak orang.

Itulah yang terjadi pada seorang pemuda tamatan SMP bernama Dodik, warga Dusun Bunut Wetan, Desa Pakis Jajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Di usianya yang baru 23 tahun, dalam setiap bulan, ia bisa mendapat penghasilan sebesar Rp 10 juta.

Penghasilan itu didapat dari hasil penjualan pil double L atau yang lebih dikenal dengan pil koplo yang ia jalani selama ini.

Pelaku selama ini telah banyak menjual ribuan pil double L di kawasan Kota Malang dan sekitarnya. Setiap 1.000 butir yang dia kemas dalam botol dijual Dodik  seharga Rp 700 ribu. Dan dalam sebulan, pelaku bisa beberapa kali menjual pil double L tersebut meraup penghasilan hingga mencapai Rp 10 juta.

Kapolres Malang Kota  AKBP Dony Alexander SIK MH menjelaskan, Dodik berhasil diamankan setelah petugas melakukan pengembangan atas informasi tersangka Irfan yang sebelumnya tertangkap. Petugas Polsek Klojen menangkap pelaku di pinggiran jalan raya, Desa Mbamban, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada 3 September 2019.

"Kemudian pelaku digelandang ke rumahnya untuk melakukan pengeledahan. Di rumah pelaku ditemukan beberapa barang bukti," kata Dony

Lebih lanjut dijelaskan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan yakni 72 bungkus plastik dan beberapa botol yang berisil pil double L. Dalam setiap kemasan, berisi 1.000 butir pil double L.

Bukan hanya itu. Setelah petugas melakukan penggeledahan lebih lanjut, kembali ditemukan sembilan plastik klip kecil yang masing-masing berisi 50 butir. Di tempat lain ada lagi ditemukan satu plastik tanggung berisi 100 butir double L dan satu plastik tanggung berisi 262 butir.

"Total yang diamankan dari pelaku ini sekitar 72.812 butir pil double L. Turut disita juga uang sebesar Rp 10 juta hasil penjualan pil," papar kapolresta.

Saat ini, petugas juga tengah melakukan pengembangan terhadap pemasok barang kepada  Dodik. Dari informasi pelaku, dia mendapatkan barang dari warga Kediri berinisial L. "Saat ini masih kejar pemasoknya," pungkas kapolresta. 
 

 


End of content

No more pages to load