Rektor UIN Malang, Abdul Haris MAg (tengah) bersama dua guru besar baru UIN Malang, Mohamad Nur Yasin (paling kanan) dan Umi Sumbulah (paling kiri). (Foto: Humas)

Rektor UIN Malang, Abdul Haris MAg (tengah) bersama dua guru besar baru UIN Malang, Mohamad Nur Yasin (paling kanan) dan Umi Sumbulah (paling kiri). (Foto: Humas)



Sekali lagi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) melahirkan guru besar baru. Kali ini 2 profesor lahir dari Fakultas Syariah.

Keduanya ialah Prof Dr Mohamad Nur Yasin SH MAg (Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah) dan Prof Dr Umi Sumbulah MAg  (Bidang Ilmu Studi Islam).

Yasin dan Umi dikukuhkan dalam rapat senat di Aula Gedung Rektorat lantai 5, Selasa (10/9/2019).

Dalam rapat senat tersebut, Yasin menyampaikan orasi dengan judul “Rekonstruksi Norma Ekonomi Syariah di Indonesia Perspektif Transisi Hukum HLA. Hart”.

Sementara Umi menyampaikan orasi dengan judul “Perempuan dan Keluarga: Radikalisasi dan Kontra Radikalisme di Indonesia”.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg, secara khusus mengapresiasi kinerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M).

Dalam beberapa tahun terakhir, ia memantau LP2M sangat giat memfasilitasi para dosen untuk mengajukan kepangkatan guru besar.

"Tak hanya sekadar membantu dalam pengurusan dokumen, tapi juga beberapa kali mengadakan Coaching Clinic in Academic Writing bagi calon profesor di UIN Malang," ujarnya.

Sebagai nahkoda kampus, Haris ingin agar semakin banyak yang tergerak dan termotivasi setelah mengikuti program-program LP2M. Ia juga mendorong unit itu untuk selalu konsisten membuat program kerja.

"Program kerja yang memiliki output jelas," tandasnya.

Pengukuhan guru besar tentu menjadi pencapaian positif bagi kampus, lebih khusus bagi sivitas akademik fakultas tempat dua guru besar tersebut bernaung.

Dengan bertambahnya guru besar di UIN Malang, maka keberadaannya sebagai universitas akan semakin kuat. Artinya, dari segi keilmuan pun, UIN Malang menunjukkan keragamannya.


End of content

No more pages to load