Kanit Turjawli Satlantas Polres Jombang, Iptu Mulyani terlihat ngobrol dengan pelanggar yang sedang menikmati bubur yang disediakan oleh pihak Satlantas. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Kanit Turjawli Satlantas Polres Jombang, Iptu Mulyani terlihat ngobrol dengan pelanggar yang sedang menikmati bubur yang disediakan oleh pihak Satlantas. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

Heryanto


Ada yang berbeda pada giat operasi Patuh Semeru 2019 yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Jombang. 

Polisi menyediakan es bubur dawet untuk para pelanggar yang sedang menunggu sidang.

Operasi Patuh Semeru di hari ke-11 ini digelar di pos kota Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Jombang, Selasa (10/9) pagi. 

Sejumlah pengendara roda dua yang melanggar langsung dilakukan sidang di tempat oleh petugas penegak hukum dari Pengadilan Negeri Jombang, dan Kejaksaan Negeri Jombang.

Sedikitnya kurang lebih 50 pelanggar yang ditindak pada razia selama 1 jam tersebut. 

"Pada kegiatan ini, masyarakat yang melanggar bisa langsung sidang di tempat. Terkait ini, pelanggaran terkait tentang helm dan kelengkapan lainnya, dan di bawah umur," terang Kanit Turjawli Satlantas Polres Jombang, Iptu Mulyani saat diwawancarai di lokasi.

Sembari menunggu giliran sidang pelanggaran lalu lintas itu, para pelanggar bisa menikmati es bubur dawet yang telah disiapkan oleh petugas Satlantas Polres Jombang.

Gerobak bubur disiapkan di samping pos kota lalu lintas, lengkap dengan meja kursi untuk para pelanggar menikmati es bubur dawet. 

Salah seorang anggota Polwan Satlantas Polres Jombang, juga terlihat sibuk melayani para pelanggar di balik gerobak es bubur dawet.

Dijelaskan Mulyani, bubur yang dipesan dari penjual bubur keliling itu khusus dipesan untuk para pelanggar dan anggota. 

Hal itu bertujuan untuk menciptakan suasana nyaman pada giat operasi Patuh Semeru 2019 di kota santri tersebut.

"Masyarakat yang terdapat telah melanggar, telah kita siapkan bubur bersama, demi kenyamanan pada masyarakat yang habis ketilang," ujarnya.

Sementara, bubur yang disediakan polisi tersebut mendapat respon positif oleh para pelanggar.

Menurut salah seorang pelanggar Fadil Amir Yusuf (25) warga Desa Plandi, Kecamatan Jombang, polisi terlihat baik dengan menyediakan bubur untuk para pengendara yang terjaring razia.

"Polisi sekarang baik karena disediakan bubur gratis buat orang-orang yang ditilang. Jadi yang belum sarapan bisa mengisi perutnya," pungkasnya.

Untuk diketahui, menurut data dari Satlantas Polres Jombang, sudah 2.500 pengendara yang ditilang akibat melanggar aturan berkendara.

Rata-rata pengendara yang ditilang karena tidak melengkapi surat-surat seperti SIM dan STNK, serta melanggar kelengkapan kendaraan seperti spion.(*)


End of content

No more pages to load