Ilustrasi

Ilustrasi



Mayoritas warga Surabaya mengeluhkan matinya air PDAM, Selasa (10/9) pagi. Akibat mampetnya saluran air bersih ini banyak warga kebingungan mencari air di hari aktif kerja ini untuk persiapan berangkat kerja ataupun sekolah.

Matinya air PDAM ini diduga akibat adanya pembangunan di tengah kota. Yaitu, pembangunan Alun-Alun Surabaya.

Direktur LSM LeSuRe Mufti Mubarok mengkritisi buruknya layanan PDAM ini. "Sudah kualitas buruk, pelayanan mampet tak jelas kapan akan mengalir.  Kalau warga lupa bayar akan segera diputus. Kalau PDAM yang buat kesalahan apa sanksinya, ini tidak adil," ujarnya.

Menurut dia harusnya PDAM segera minta maaf dan menggratiskan minimal 1 bulan. "PDAM adalah BUMD milik Pemkot Surabaya. Yang didanai uang APBD dari jerih payak rakyat Surabaya. Wali kota harus turun tangan," tegasnya.

Mufti menegaskan demikian karena jika soal bersih-bersih got macet walikota turun tangan. Namun kenapa soal PDAM wali kota terkesan diam dan belum turun tangan. 

"Air menyangkut hajat hidup orang banyak. Banyak hal yang terkait dengan air termasuk rumah tangga. Hari ini kita tidak bisa mandi, BAB bahkan untuk kebutuhan cuci baju atau piring. Kerugian warga cukup besar. Sementara itu Dirut PDAM hanya retorika memberi jawaban yang tidak jelas," imbuhnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Hendro Gunawan menambahkan saat ini PDAM tengah difokuskan untuk membantu suplai air. ’’Sudah kami komunikasikan kepada PDAM melalui tangki-tangki air,’’ katanya saat dikonfirmasi Selasa (10/9).

Ia menerangkan hingga hari ini beberapa wilayah air masih belum mengalir, disebabkan pada perbaikan pipa.

’’Masih ada penggantian pipa untuk peningkatan layanan distribusi air,’’ terang alumni ITS Surabaya ini.

Pemkot dikatakan Hendro untuk tetap melayani maksimal dalam suplai air di masa perbaikan. Sehingga masyarakat yang membutuhkan suplai air dapat tertangani dengan cepat.

"Termasuk pelanggan yang terimbas untuk segera mendapat suplai air dari PDAM sesuai kebutuhan,’’ terang pejabat yang digadang-gadang maju dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang ini. 


End of content

No more pages to load