Wisuda Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA). (Foto: Humas)

Wisuda Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA). (Foto: Humas)



Setahun sudah mahasiswa angkatan 2018 menempuh Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA). Tercatat ada 2.968 mahasiswa-mahasiswi yang dinyatakan lulus perkuliahan PKPBA selama dua semester.

Direktur Pusat Pengembangan Bahasa, Dr Abdul Hamid menyampaikan, perkuliahan bahasa Arab menjadi kewajiban bagi seluruh mahasiswa baru di UIN Malang. Ribuan mahasiswa ini telah diwisuda dalam Haflah Takharruj beberapa waktu yang lalu di Gedung Sport Center UIN Malang.

Kegiatan ini merupakan kegiatan gelaran wisuda PKPBA perdana. Beberapa tahun sebelumnya, pihak PKPBA hanya mengadakan Haflah Ikhtitam tanpa seremonial wisuda.

Dalam acara tersebut, peserta mendapat Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sebagai bukti lulus perkuliahan wajib Bahasa Arab. "Surat itu akan menjadi nilai plus bagi lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat berkompetisi di dunia kerja," ujar Abdul Hamid.

Hamid mengungkapkan bahwa tidak ada kesuksesan tanpa hambatan dan kesulitan. Pihaknya menyadari bahwa menjalani dua kelas bahasa Arab dalam sehari tentu tidak mudah. "Rasa malas pasti ada. Namun, bagi yang melawan rasa malas lah yang saat itu berhasil dan menerima tanda lulus perkuliahan dari PKPBA," ujarnya.

Syahadah (ijazah, Red.) menjadi simbol kelulusan lebih dari 2.000 mahasiswa berjas almamater tersebut. Hamid berpesan agar syahadah disimpan dengan sebaik mungkin. “Syahadah akan sangat bermanfaat nantinya sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI),” ucapnya.

Dalam acara tersebut, pihak PKPBA juga memberikan penghargaan kepada beberapa mahasiswa yang dinyatakan sebagai lulusan terbaik di tiap fakultas. Ia berharap, para mahasiswa tidak berhenti belajar bahasa Arab selepas PKPBA. "Karena dalam pembelajaran bahasa asing, yang paling penting adalah kontinuitas dan komitmen dalam mengembangkan kemampuan komunikasi," pungkasnya.


End of content

No more pages to load