Ketua DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Ketua DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)


Editor

Heryanto


Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Blitar semakin percaya diri menatap Pilkada Kota Blitar 2020. Sebagai persiapan, PKB semakin intens memanasi mesin partai mulai dari tingkat PAC hingga ranting. Bahkan, kader-kader seakan tak sabar dan mendesak DPC segera menetapkan calon yang akan bertarung di Pilkada tahun depan. 

Ketua DPC PKB Kota  Blitar, Yasin Hermanto, saat dikonfirmasi menandaskan dirinya memberikan apresiasi dan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan oleh para kader. Namun demikian dirinya menegaskan untuk teknis penjaringan calon itu DPC memiliki konsep sendiri.

“Aspirasi ini kita tampung untuk bahan tambahan. Ini tidak menjadi masalah, justru ini malah bagus,” ungkap Yasin kepada awak media, Senin (9/9/2019).

Dikatakannya, untuk teknis penjaringan calon pihaknya akan mengikuti intruksi yang diberikan DPP.

”Yang jelas itu nanti tahapannya jelas ada. Namun garis besarnya, kalaupun nominasi calonnya sudah ada dan prospektif, tidak melakukan penjaringanpun juga tidak apa-apa, itu instruksi dari pusat,” paparnya.

Yasin menambahkan, sesuai dengan tradisi nantinya calon yang akan diusung PKB adalah kader dari Nahdlatul Ulama serta kader-kader dari internal PKB. Namun demikian sifat dari penjaringan juga terbuka untuk umum dengan beberapa persyaratan.

”Penjaringan Insyaalah juga terbuka, asalkan calon yang maju dan siap diusung berkhidmat untuk NU dan PKB,” tandas politisi yang kini menjabat Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Blitar.

Sementara terkait dengan koalisi, Yasin mengaku pihaknya saat ini tengah proses komunikasi politik dengan PDIP dan PPP. Menurut dia, koalisi dengan PDIP dinilai paling pas karena dalam Pileg kemarin PDIP dan PKB berada di nomor urut 1 dan 2 parpol pemenang pemilu.

“Kita menjajaki kemungkinan koalisi dengan PDIP, dan nanti kemungkinan ditambah dengan PPP,” ujarnya.

Faktor yang memperkuat peluang kedua parpol besar ini berkoalisi adalah, PDIP dan PKB sama-sama sudah berkomunikasi dengan NU.

”InsyaAllah, ini masih kemungkinan, calon wali kota nya dari PDIP dan calon wakil wali kota nya nanti dari PKB. Garis besarnya seperti itu, tapi ini masih dalam tahap penjajakan,” tegasnya.

Disinggung kesiapannya maju dalam Pilkada Kota Blitar 2020, Yasin enggan menanggapi serius pertanyaan yang diajukan awak media.”Untuk sementara calon-calonnya masih bersembunyi. Kita masih itung-itungan,” pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load