Kepala Dinkes Kota Blitar, M.Muchlis

Kepala Dinkes Kota Blitar, M.Muchlis



Pemerintah Kota Blitar, Jawa Timur, menjamin warga miskin di Bumi Bung Karno tetap mendapatkan jaminan kesehatan, meskipun iuran BPJS Kesehatan naik hingga 100 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, M.Muchlis mengatakan, jaminan sosial kesehatan bagi warga miskin menjadi tanggungan negara, sepanjang warga miskin masuk dalam basis data terpadu yang ditanggung APBD II. 

Pemkot Blitar sendiri di tahun 2019 mengalokasikan dana sebesar Rp 19,8 miliar untuk mengcover iuran BPJS warga kurang mampu. Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 dimana dinkes menganggarkan Rp 3,7 miliar. Menurut Muchlis, peningkatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden yang menginginkan pemerintah daerah harus memenuhi kebutuhan BPJS Kesehatan untuk warganya.

“Tahun ini warga Kota Blitar baik mampu maupun kurang mampu, didaftarkan ke BPJS Kesehatan dan Pemkot Blitar menanggung semua iuran bulanan, sehingga anggaran yang disiapkan ikut meningkat,” ungkap Muchlis.

Dia menambahkan, dari instruksi presiden, Pemkot Blitar ditarget harus mendaftarkan minimal 95% warganya ke BPJS Kesehatan, dan sampai Agustus 2019, sudah tercapai 75%. Rinciannya, jika di tahun 2018 ada 13 ribu warga yang sudah terdaftar, tahun ini jumlahnya sudah di atas 72 ribu lebih. Pihaknya optimis tahun ini target itu bisa tercapai dan warga bisa mendapat layanan kesehatan yang terbaik.

“Ini semua instruksi presiden dan semua daerah harus menjalankan, termasuk Kota Blitar, kita terus kejar untuk saat ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah memutuskan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen mulai 1 Januari 2019. Namun demikian, kenaikan sebesar itu tidak diperuntukkan bagi semua kelas keanggotaan BPJS Kesehatan.

Dilansir dari liputan6.com, kenaikan 100 persen hanya berlaku untuk peserta BPJS Kesehatan Kelas 1 dan Kelas 2. Sementara untuk Kelas 3, kenaikannya tidak sebesar itu.Untuk Kelas 3, usulan kenaikannya adalah dari Rp 25,5 ribu menjadi Rp 42 ribu, atau naik 65 persen.(*)


End of content

No more pages to load