Plt Wali Kota Blitar, Santoso
Plt Wali Kota Blitar, Santoso

Plt Wali Kota Blitar Santoso mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau. 

Minimnya curah hujan serta angin kencang mengakibatkan kondisi alam mengering sehingga dapat dengan mudah menimbulkan bahaya kebakaran.

Dikatakanya, perilaku membuang puntung rokok sembarangan, menyalakan lilin, membakar sampah kering diwaktu yang tidak tepat, lalai saat memasak harus menjadi perhatian warga.

Karena sangat berpotensi memicu terjadinya musibah kebakaran yang menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit,bahkan kematian.

“Cuaca panas akibat musim kemarau sedang berlangsung di Kota Blitar, sehingga berpotensi memperbesar resiko kejadian jika tidak diimbangi dengan kesadaran pribadi,” ungkap Santoso dilansir blitartimes dari laman situs resmi Pemkot Blitar, Senin (9/9/2019).

Lebih lanjut secara khusus Santoso meminta semua pihak, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD),Kecamatan,Kelurahan dan Lingkungan untuk memberi himbauan ke warga. 

Termasuk petugas Damkar agar rutin melakukan sosialisasi fokus ke warga, terutama lingkungan padat terkait bahaya penggunaan api berlebih di musim kemarau .

“Ada banyak kejadian di TV berawal dari keteledoran, makanya kita himbau warga Kota Blitar agar jeli dengan api dan korek api di musim kemarau ini,” tegasnya.

Berdasarkan pengecekan Pusdalop PB BPBD Kota Blitar, cuaca siang hari di Kota Blitar bisa mencapai suhu 35 derajad celcius. 

Kondisi panas, kerisng disertai angina memang rawan dengan kabakaran. 

Bahkan kecepatan angin yang tinggi membuat api semakin cepat merambat. 

Terkadang, kondisi seperti ini akan dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk membuka lahan bagi pertanian atau perkebunan dengan cara membakar baik hutan dan lahan terutama lahan gambut kering.(*)