Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander saag merilis kasus narkoba (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander saag merilis kasus narkoba (foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Kota Malang, nampaknya menjadi pangsa pasark dari pil Dobel L. Hal itu terbukti dengan pihak kepolisian Polres Malang Kota yang berhasil mengamankan 195.638 kemasan pil Dobel L, yang dikemas dalam kantong-kantong plastik, dimana setiap plastik berisi kisaran 1000 butir.

Jumlah 195.638 butir LL tersebut, berhasil diamakan dari jajaran Satreskoba Polres Malang Kota 115.000 butir, Polsek Klojen 77.003 , Polsek Sukun 2.891 butir dan Polsek Blimbing 668 butir.

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander didampingi Kasat Narkoba Polres Malang Kota membenarkan, jika Kota Malang merupakan pangsa pasar dari pil LL.

Hal itu karena memang, harga yang terjangkau dari pil Dobel L  dapat dibeli oleh berbagai kalangan bahkan hingga kalangan pelajar. Dari situ, para bandar memanfaatkan peluang tersebut untuk menjual pil Dobel L.

"Seluruh kalangan menjangkau, bukan hanya pelajar. Untuk harganya sendiri bervariasi," ungkapnya.

Namun dari pengakuan pelaku, yang diamankan, mengedarkan barang tersebut di kalangan teman-temannya sendiri yang berumur kisaran 20 tahun hingga 25 tahun ke atas.

"Semua dasarnya atas informasi masyarakat. Melihat dari BB ini, memang sangat meresahkan.  Peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberantas peredaran narkoba," paparnya.

Namun dengan sinergi dari seluruh elemen, baik itu kesigapan petugas, masyarakat maupun stake holder terkait, upaya pencegahan peredaran pil Dobel L yang jumlahnya 100.000 lebih itu bisa digagalkan.

"Dari situ, sekitar kurang lebih sekitar 200.000 generasi muda bisa terselamatkan dari bahaya Dobel L," jelasnya.

Selain mengamankan BB pil Dobel L, pihak kepolisian juga sabu seberat 156,23 gram, ganja seberat 4.963 gram dan 13 butir ekstasi.

"Untuk saat ini, petugas masih terus melakukan pengembangan terhadap para tersangka," pungkasnya.

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load