Ketua DPC PDIP Kota Blitar, dr Syahrul Alim.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Ketua DPC PDIP Kota Blitar, dr Syahrul Alim.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Menjelang Pemilihan Wali Kota Blitar yang akan diselenggarakan 2020 mendatang, DPC PDIP Kota Blitar membuka pendaftaran penjaringan bakal calon wali kota yang dimulai sejak tanggal 5 hingga 14 September 2019.

Hingga saat ini, baru ada empat nama yang sudah mengambil nomor pendaftaran bakal calon wali kota di DPC PDIP Kota Blitar. Ketiga orang tersebut yakni, Santoso, Henry Pradipta Anwar, dan Handoko serta Sugeng Praptono yang dikabarkan mengambil nomor pendaftaran hari ini, Senin (9/9/2019).

Seperti kita ketahui bersama, Santoso saat ini menjabat sebagai Plt Wali Kota Blitar, sedangkan Henry Pradipta Anwar merupakan putra sulung dari Wali Kota Blitar nonaktif Samanhudi Anwar. Sementara Sugeng Praptono adalah mantan Anggota DPRD Kota Blitar dan mantan Kepala PDAM Kota Blitar.

Ketua DPC PDIP Kota Blitar, dr Syahrul Alim mengatakan, pendaftaran penjaringan bakal calon wali kota di DPC PDIP memang diselenggarakan secara tertutup. Artinya tidak dipublikasikan secara massal melalui media.

"Pendaftaran kita laksanakan secara tertutup dan hanya kita sampaikan kepada kader-kader PDIP. Namun kami tegaskan, siapapun boleh mendaftar dengan syarat dia adalah kader PDIP,” ungkap dr Syahrul kepada awak media, Senin (9/9/2019).

Syahrul memastikan 4 orang telah mengambil formulir pendaftaran bakal calon wali kota Blitar. Namun demikian dirinya tidak mengaku tidak mengetahui kapan formulir tersebut dikembalikan. "Untuk teknis dikembalikannya kapan, silahkan tanya langsung ke ketua tim Bapilu kami yang melakukan proses penjaringan,” tegasnya. 

Sementara itu, dilansir dari tribunnews.com, putra Samanhudi Anwar, Henry Pradipta Anwar mengatakan, pihaknya sudah mengambil formulir pendaftaran penjaringan bakal calon wali kota di kantor DPC PDIP Kota Blitar pada Sabtu (7/9/2019).

"Baru mengambil formulir pendaftaran saja. Nanti kalau mengembalikan formulir pendaftaran kami kabari lagi," kata Henry Pradipta Anwar dihubungi Minggu (8/9/2019).

Dengan pengambilan formulir tersebut Henry menyatakan, pihaknya siap maju di Pilwali Kota Blitar 2020 mendatang. Belakangan ini, pihaknya sudah gencar mengampanyekan dirinya maju di Pilwali Kota Blitar 2020.

Kaus dan stiker Henry Pradipta Anwar maju menjadi calon Wali Kota Blitar periode 2020-2025 juga sudah tersebar di masyarakat. Dalam kaus dan stiker itu, Henry menggunakan jargon APBD Pro Rakyat Jilid 3.

Jargon APBD Pro Rakyat itu sebelumnya dipakai ayahnya, Samanhudi Anwar saat memimpin Kota Blitar selama dua periode (2010-2015 dan 2015-2020).

Sementara itu, Santoso pernah menyatakan siap maju di Pilwali Kota Blitar 2020 kalau memang dikehendaki oleh masyarakat. Santoso mempunyai latar belakang birokrat.

Dia menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Blitar, dan lama menjabat sebagai kepala dinas pendidikan. Santoso juga pernah menjabat sebagai sekretaris daerah ketika Samanhudi menjabat sebagai wali kota di periode pertama.

Santoso mengawali karier politiknya sebagai Wakil Wali Kota Blitar. Dia digandeng Samanhudi saat maju lagi di Pilwali Kota Blitar periode 2015-2020.

Sekarang, Santoso menjabat sebagai Plt Wali Kota Blitar. Sementara Handoko merupakan kader lama PDIP. Handoko pernah menjadi pengurus anak cabang (PAC) PDIP untuk wilayah Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.(*)


End of content

No more pages to load