Hafi Lutfi Kepala Dishub Kabupaten Malang (kiri) saat menerima apresiasi stand terbaik dalam expo pembangunan Malang Kabupaten 2019 (Nana)
Hafi Lutfi Kepala Dishub Kabupaten Malang (kiri) saat menerima apresiasi stand terbaik dalam expo pembangunan Malang Kabupaten 2019 (Nana)

Usai sudah expo pembangunan Malang Kabupaten Malang 2019. Setelah resmi di tutup Minggu (08/09/2019) malam oleh Plt Bupati Malang Sanusi beserta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono. 

Penutupan expo pembangunan yang merupakan rangkaian perayaan hari jadi Kabupaten Malang ke-1259 ini pun diklaim berhasil menyedot antusias masyarakat, baik dalam maupun luar daerah.

Tentunya, dengan berbagai catatan sebagai evaluasi dalam perhelatan expo di tahun depannya. Misalnya, terkait jumlah dan penataan stand pembangunan sampai dengan konsep yang dimungkinkan bisa lebih dieksplorasi dan secara nyata bisa mencerminkan tiga program strategis di Kabupaten Malang.

Di ranah tersebut, stand Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, masih menjadi contoh terbaik dalam expo pembangunan Malang Kabupaten 2019. Keluar sebagai stand terbaik diantara puluhan stand OPD lainnya, Dishub Kabupaten Malang, dianggap mampu mengejawantahkan salah satu program strategis Kabupaten Malang, yaitu daya dukung lingkungan hidup.

Seperti diketahui, berbagai stand OPD Kabupaten Malang, berlomba untuk menjadi juara dan daya tarik pengunjung bisa datang. Di ranah inilah, kreasi  Dishub Kabupaten Malang mampu mencuri dan membuat pengunjung berjubel di stand dengan nuansa hijau lingkungan hidup. Baik background dalam laut dengan berbagai ikannya, pepohonan beserta penghuninya sampai pada berbagai gim cerdas bagi anak-anak dan orang dewasa terkait pemerintahan dan kelalulintasan di jalan raya.

"Alhamdulillah ternyata konsep kami dapat apresiasi pengunjung luar biasa. Setiap hari kemarin stand kami dipadati oleh pengunjung. Baik yang bermain gim sampai untuk foto selfi," kata Hafi Lutfi Kepala Dishub Kabupaten Malang, Senin (09/09/2019) kepada MalangTIMES.

Apresiasi pengunjung ini pula yang membuat stand Dishub menjadi juara stand terbaik selama perhelatan expo 2019. Dimana, panitia expo memberikan apresiasinya kepada Lutfi di penutupan.

Lutfi pun mengatakan, stand kreasi seluruh pegawai Dishub Kabupaten Malang ini, tidak hanya di tahun 2019 ini saja. "Tapi di tahun lalu juga keluar jadi juara terbaik untuk stand. Jadi sudah 2 tahun berturut-turut kita jadi juara," ujarnya.

Selain ramai dikunjungi pengunjung, keluarnya stand Dishub sebagai juara terbaik, lanjut Lutfi, dikarenakan mereka konsisten mengusung tema yang sesuai dengan program strategis Kabupaten Malang.

"Kita angkat terkait lingkungan hidup konsepnya, walaupun tupoksi kedinasan kita tidak secara langsung terkait dengan itu. Tapi, bicara soal lingkungan hidup adalah tanggungjawab kita semua. Minimal dalam menyosialisasikannya kepada masyarakat. Di expo adalah ruang terbuka untuk sosialisasi hal itu kepada masyarakat secara luas," urainya kepada MalangTIMES.

Dari rangkaian expo pembangunan Malang Kabupaten, memang masih membuka ruang evaluasi untuk perbaikan di tahun depannya. Misalnya terkait penggunaan soundsystem yang terlalu keras dan membuat begitu bising pengunjung. Berbagai stand OPD pun, masih seperti tahun lalunya, berlomba-lomba untuk saling menaikan volume berbagai lagu yang sebenarnya tidak berhubungan dengan konsep dan tujuan expo itu sendiri.

Hal ini disampaikan salah satu pengunjung bernama Arman warga Gondanglegi. Dirinya menyatakan, alangkah baiknya stand pemerintahan untuk tidak saling berebut perhatian dengan musik yang sangat bingar bingar satu sama lainnya.

"Jadi repot juga kan. Padahal stand OPD itu untuk memberikan pelayanan sesuai tugasnya masing-masing. Bagaimana bisa tenang kita bertanya-tanya kalau ramainya minta ampun oleh musik," ujarnya.

Dari sisi keramaian atau hiburan pun, beberapa masyarakat sangat menyayangkan jor-joran musik di setiap stand OPD. "Kesannya jadi hanya untuk hiburan saja. Nyanyi-nyanyi tapi akhirnya tugas pokoknya hilang. Bagusan stand rakyat yang jualan itu. Mereka benar-benar memanfaatkan stand untuk menjual produknya," ucap Muzakir asal Kepanjen kepada MalangTIMES.

Berbagai saran dan kritik masyarakat tersebut, sebenarnya sudah ada sejak expo tahun lalu. Dimana, banyak pihak yang sebenarnya menyayangkan stand hanya jadi ruang musik yang hingar bingar dan menghilangkan esensi dari keterlibatan OPD dalam expo.

"Kayak expo musik jadinya, tapi tidak jualan alat-alat musik," ujar Muzakir sambil tertawa.
Dirinya juga memberikan apresiasi khusus terhadap stand Dishub yang keluar sebagai juara terbaik. 

"Seharusnya ya seperti itu. Ada gim untuk anak-anak dan juga suasananya bisa mengakrabkan mereka terhadap dunia flora dan fauna," imbuh nya.