Contoh media iklan berbasis megatron yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

Contoh media iklan berbasis megatron yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)


Editor

A Yahya


Guna produk dan jasa yang disediakan oleh suatu perusahaan mampu terjual laris di pasaran, para pelaku bisnis di Kabupaten Malang rela menggelontorkan dana yang tidak sedikit guna membuat iklan pemasaran. Salah satunya menggunakan model periklanan berbasis teknologi.

Berdasarkan catatan yang dihimpun Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, dari sejumlah banyak kategori pajak yang ada di dalam Pajak Reklame, iklan berbasis teknologi yang meliputi Billboard dan Megatron, menjadi sektor pajak reklame tertinggi.

”Berdasarkan data yang kami himpun, pajak reklame yang menggunakan sarana teknologi (megatron) menjadi kategori pajak reklame dengan catatan penyumbang pendapatan pajak reklame tertinggi. Bahkan sekitar 70 persen dari pendapatan pajak reklame diperoleh dari kategori iklan berbasis teknologi (megatron) ini,” kata Dr Purnadi selaku Kepala Bapenda Kabupaten Malang.

Perlu diketahui, pajak reklame dibagi menjadi beberapa kategori. Yakni Reklame Papan/Billboard/Megatron, Reklame Kain, Reklame Melekat/Sticker, Reklame Selebaran, Reklame Berjalan termasuk pada kendaraan, Reklame Udara, Reklame Suara, Reklame Film/Slide, dan Reklame Peragaan.

Sedangkan secara keseluruhan, pajak reklame di tahun 2019 ini ditargetkan memperoleh 3. 898. 125. 000. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 2. 802. 443. 411 bakal disumbang dari pajak iklan berbasis teknologi (megatron). Pajak reklame berbasis megatron ini terbagi menjadi beberapa bentuk, yang terdiri dari iklan berbentuk papan, billboard, hingga videotron. ”Jika dirata-rata, di setiap bulannya pajak reklame berbasis teknologi ini memperoleh pendapatan sekitar Rp 150 juta,” sambung pria yang identik mengenakan kaca mata ini.

Dr Purnadi menambahkan, dari target yang dipatok memperoleh Rp 2,8 miliar. Dalam kurun waktu 8 bulan, pajak reklame berbasis teknologi sudah memperoleh pendapatan hingga lebih dari Rp 1,8 miliar. ”Dalam waktu kurang dari empat bulan ke depan, kami bakal fokus mengoptimalkan penghasilan pajak di sektor reklame. Harapannya bisa kembali surplus seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Dr Purnadi kepada MalangTIMES.com.

Jika mengacu pada tahun 2018 lalu, pajak reklame mampu surplus hingga lebih dari 8 persen. Sebab dari target yang hanya dipatok Rp 3,7 miliar. Hingga tutup buku 2018, Bapenda Kabupaten Malang mampu mendulang pendapatan pajak reklame hingga lebih dari Rp 4 miliar. 

”Target pajak reklame di tahun 2019 ini memang mengalami peningkatan jika dibanding dengan tahun lalu. Yakni meningkat sekitar Rp 100 juta. Namun jika melihat potensi yang ada saat ini, kami tetap optimis pajak reklame bisa kembali surplus minimal 5 persen dari target yang sudah ditentukan,” tutup mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.


End of content

No more pages to load