Ilustrasi balon Bupati dan Wabup Malang dari PDI-Perjuangan dalam persiapan kontestasi Pilbup 2020 (Ist)

Ilustrasi balon Bupati dan Wabup Malang dari PDI-Perjuangan dalam persiapan kontestasi Pilbup 2020 (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


Kandang banteng Kabupaten Malang telah diketuk empat orang yang berencana maju dalam kontestasi pilihan Bupati Malang 2020 datang.

Jumlah itu dihitung sejak pendaftaran dibuka 5 September 2019 dan akan berakhir tanggal 14 September mendatang.

Keempat orang dari unsur non partai ini adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, pengusaha Wibi Dwi A, Wahyu Eko Setiawan (WES) dan terbaru adalah Hendik Arso Marhein, kepala desa (Kades) Pujiharjo, Tirtoyudo, yang juga merupakan ketua Koordinator Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kabupaten Malang.

Hal ini dibenarkan Ketua DPC PDI Perjuangan Didik Gatot Subroto, yang menyampaikan, sampai kemarin (Sabtu, 07 September 2019) sudah ada bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang daftar ke pihaknya.

"Sudah ada empat orang dari unsur non partai yang datang. Satu telah mengembalikan formulir pendaftaran hari ini yaitu Pak Didik Budi Muljono," kata Didik Gatot yang juga Ketua sementara DPRD Kabupaten Malang periode 2019-2024, Minggu (08/09/2019).

Pendaftar ke PDI Perjuangan untuk persiapan Pilbup Malang 2020, dimungkinkan masih akan bertambah dengan masih adanya waktu. 

Hal ini didasarkan, bahwa kader PDI Perjuangan yang digadangkan akan maju dalam Pilbup Malang yaitu Hari Sasongko masih belum terlihat di kandang Banteng.

Ini juga diperkuat oleh pernyataan Didik Gatot yang mengatakan PDI Perjuangan dengan raihan 12 kursi legislatif akan mengusung satu paket calon dalam menghadapi kontestasi Pilbup Malang 2020.

"Kita akan usung satu paket karena raihan kursi kita mencukupi untuk itu," ujarnya yang juga enggan menyebut unsur mana nantinya yang akan dipilih dan ditetapkan sebagai jagonya Banteng bermoncong putih ini.

Apakah akan menggabungkan unsur kader partai dengan non-partai. 

Ataukah akan membuat terobosan baru dengan mengusung satu paket calon dari unsur non-partai atau dari kader partai lain. 

Walaupun, dari jejak pilbup lalu, PDI Perjuangan dimungkinkan besar akan tetap mencalonkan kader terbaiknya maju.

Hal ini juga sama dengan 4 balon yang sudah mengetuk pintu kantor DPC PDI Perjuangan.

Dimana, mereka belum memberikan jawaban pasti akan berjuang untuk mendapatkan posisi N-1 atau N-2.

Misalnya, Didik Budi yang hanya tersenyum dan mengatakan, pilihan posisi itu masih dikosonginya. 

"Belum...belum diisi. Nanti dilihat saja karena tergantung keputusan DPP PDI Perjuangan," ujarnya. 

Begitu pula Hendik Arso yang datang ke kantor DPC PDI-Perjuangan dikawal sekitar 30 kades yang tergabung dalam Papdesi Kabupaten Malang. 

Dirinya mengatakan, untuk posisi yang akan dilamarnya itu masih akan dikoordinasikan.

"Paling utama kami mengambil formulir pendaftaran terlebih dahulu. Untuk N1 atau N2, kami koordinasikan dulu. Ini kan masih ada waktu sampai tanggal 14 September nanti," ucapnya.

 


End of content

No more pages to load