Didik Budi Muljono telah mengetuk pintu rumah Banteng beserta dua balon lainnya untuk mengikuti kontestasi Pilbup Malang 2020 (Nana)

Didik Budi Muljono telah mengetuk pintu rumah Banteng beserta dua balon lainnya untuk mengikuti kontestasi Pilbup Malang 2020 (Nana)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Mesin partai politik (parpol) bergerak, khususnya PDI-Perjuangan Kabupaten Malang yang telah membuka pendaftaran bagi para balon (bakal calon) kepala daerah menyongsong pilbup 2020 datang.

Pintu kantor DPC PDI-Perjuangan di Jalan Mojosari, Kepanjen pun sejak kemarin telah terbuka bagi siapapun untuk mendaftarkan dirinya. Baik untuk kader partai dengan lambang banteng bermoncong putih ini maupun masyarakat lainnya.

Dari pantauan MalangTIMES, pintu rumah banteng tersebut telah didatangi setidaknya tiga orang yang berasal dari non partai. Yakni, Didik Budi Muljono Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, yang merupakan orang pertama yang datang, yaitu Kamis (05/09/2019) sore kemarin.

Sedangkan dua orang lainnya adalah Wiebie Dwi Andriyas, seorang pengusaha asal Malang yang juga Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang. Serta Wahyu Eko Setiawan (WES) yang awalnya akan maju melalui jalur independen, tapi akhirnya menuju pintu rumah PDI-Perjuangan.

Kedua orang tersebut, datang Jumat (06/09/2019) serta mengatakan siap untuk memenuhi berbagai prasyarat yang ditentukan oleh PDI-Perjuangan yang akan menjadi kendaraan politik mereka menuju gelanggang Pilbup 2020 datang.

Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua Bidang Komunikasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Santoko yang mengatakan,  DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Malang memang telah membuka pendaftaran balon Bupati dan Wakil Bupati Malang hingga tanggal 11 September 2019. 

"Mereka telah datang sejak kemarin dan tadi siang ke kantor untuk menanyakan berkas-berkas pendaftaran," ucap mantan Ketua KPU Kabupaten Malang ini.
Disinggung kedatangan Didik Budi, Santoko juga menyampaikan, baru bertanya-tanya dan mengambil formulir pendaftaran. "Kami belum tahu pak Didik daftar sebagai calon bupati atau wakil. Kita tunggu saja nanti," ujarnya.

Dari informasi lain, formulir pendaftaran paling lambat dikembalikan ke rumah banteng moncong putih, paling lambat tanggal 14 September 2019. Dimana, ada dokumen yang wajib disertakan, yaitu SKCK, ijazah yang dilegalisir, CV dan dokumen kependudukan E-KTP.

Santoko juga menyampaikan, seluruh berkas dan formulir tersebut, wajib dikembalikan oleh bakal calon sendiri. "Iya wajib dibawa dan diantar kembali oleh balon sendiri. Tak boleh diwakilkan. Nantinya seluruh berkas yang masuk akan kita lakukan verifikasi dan validasi. Selanjutnya kami serahkan ke DPD dan DPP PDI-Perjuangan," ujarnya.
Terpisah, Didik Budi menyampaikan, bahwa pendaftaran yang dilakukannya merupakan panggilan hati. Terkait pilihannya kepada PDI-Perjuangan, Didik menegaskan dirinya partai berlambang banteng moncong putih ini sudah lama ada di hatinya.

"Jadi ini pilihan dan panggilan hati saya untuk ikut daftar dan memilih PDI-Perjuangan sebagai kendaraan saya," ujarnya.
Didik pun secara tegas mengatakan, siap untu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekda Kabupaten Malang, jika nanti ditetapkan sebagai calon dari PDI-Perjuangan. 

"Jika sudah pasti, tentunya saya siap untuk mengundurkan diri dari jabatan sekarang. Tentu juga saya nanti akan menemui Pak Sanusi (Plt Bupati Malang) untuk meminta izin," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load