Para pemenang kontes ternak sapi berpose setelah acara pemberian hadiah oleh Plt Bupati Malang Sanusi. (Nana)

Para pemenang kontes ternak sapi berpose setelah acara pemberian hadiah oleh Plt Bupati Malang Sanusi. (Nana)



Kabupaten Malang sebagai sentra peternakan sapi, baik perah maupun potong, telah lama diakui di tingkat nasional. Bahkan, Kabupaten Malang dikenal sebagai wilayah dengan populasi sapi  terbanyak di tingkat Indonesia dalam skala daerah. Yakni dengan jumlah populasi sebanyak 234.761 ekor sapi potong dan 85.206 ekor sapi perah pada tahun 2018 lalu.

Kondisi ini pula yang diapresiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang setiap tahun melalui kontes ternak dalam setiap perayaan hari jadi Kabupaten Malang.

Tahun 2019 ini, kontes ternak sapi khususnya,  mendapat respons positif para peternak dan warga yang menonton. Bahkan, antusiasme para peternak sapi begitu terlihat sejak kontes dimulai sejak kemarin (Kamis, 05 September 2019).

Para peternak menampilkan hewan peliharaan juaranya dalam kontes. Sebut saja sapi  jenis limousin milik M. Fauzi, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, yang harganya ditaksir orang sama dengan harga setara  mobil baru jenis Toyota Agya.

"Sapi saya ini sudah ada yang menawar seharga Rp 160 juta," kata Fauzi, Jumat (06/09/2019) yang juga mengatakan sapi limousinnya saat ini masih berusia 4 tahun dengan berat mencapai 1,34 ton.

Tawaran menggiurkan itu tidak membuat Fauzi, yang saat awal membeli sapinya seharga Rp 48 juta di usia sekitar 2,5 tahun, tergoda untuk melepasnya. "Belum kepikiran untuk dijual walau sudah ada yang menawar segitu," ujarnya.

Selain sapi berbanderol ratusan juta yang jadi salah satu peserta kontes ternak ini, terdapat juga sapi unik milik salah satu peserta dari Desa Clumprit, Pagelaran, bernama Madholi. Disebut unik karena sapi jenis Sumbawa ini memiliki lima kali. Empat kaki seperti sapi normal lainnya dan satu kaki lainnya tumbuh di punuk (punggung).

"Sapi saya ini namanya Raja Kaya. Dia memiliki kaki lima. Sama seperti Pancasila, ada lima sila dan rukun Islam juga ada lima,” ujar Madholi.

Madholi yang merawat sapi unik dengan berat 649 kilogram dan berusia 3 tahun ini sejak masih bayi, menyampaikan juga sudah ada orang yang menawarnya dengan harga Rp 100 juta. “Ada orang Bali yang nawar  seharga Rp 100 juta. Namun saya tidak berikan karena kasihan sapinya. Biar saya rawat saja,” ucapnya.

Berbagai sapi ternak tersebut tentunya memperlihatkan keberhasilan para peternak sapi di Kabupaten Malang. Bukan hanya mampu menjadi mata pencaharian dengan nilai ekonomi menggiurkan saja, tapi juga sudah menjadi hobi bagi sebagian peternak sapi.

Plt Bupati Malang Sanusi pun memberikan apresiasi tingginya kepada seluruh pemilik sapi yang ikut kontes ternak dalam memeriahkan Hari Jadi Ke-1259 Kabupaten Malang ini.

Selain menyerahkan hadiah bagi para pemenang kontes ternak, Sanusi mengatakan bahwa melalui kontes ternak, para peternak sapi bisa berkumpul dan saling tukar pengalaman. Selain tentunya juga memamerkan ternaknya kepada sesama peternak dan masyarakat.

"Kami benar-benar mengapresiasi para peternak sapi Kabupaten Malang. Keberadaan mereka yang telah mengangkat nama baik Kabupaten Malang lewat sektor peternakan. Selain tentunya juga mereka mampu memutar perekonomian keluarga dan warga sekitarnya," ungkapnya, Jumat (06/09/2019).

Sanusi menjelaskan, dari para peternak  pula, populasi hewan terus meningkat. Juga kecukupan daging dan susu sapi di Kabupaten Malang terjaga stoknya.

Dari data di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, tercatat ada kenaikan populasi sapi potong dari tahun 2017-2018. Yakni sebesar 0,11 persen (tahun 2017 sebanyak 234.482 ekor dan tahun 2018 sebanyak 234.761 ekor. Untuk sapi perah, dari 83.660 ekor  tahun 2017 naik  tahun 2018 menjadi 85.206 ekor atau ada peningkatan 1,84 persen. 

"Jumlah produksi daging juga naik karena peran para peternak. Ada peningkatan  tahun lalu sekitar 4,41 persen dengan jumlah 42.962 ton tahun 2018. Begitu pula produksi susu sapi meningkat sekitar 3,98 persen," ungkap Sanusi.

Jumlah produksi ternak daging tahun 2017 sebesar 41.066.70 ton dan naik tahun 2018 sebesar 42.962,81 ton. Sedangkan pada produksi susu tahun 2017 sebesar 142.966,10 ton dan pada tahun 2018 meningkat jadi 148.891,20 ton.

"Satu lagi para peternak ini pun mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak," ujar Sanusi.

Dia menyebut serapan tenaga kerja di sektor peternakan mengalami kenaikan. Tahun 2017 sebanyak 366.452 orang meningkat menjadi  370.452 orang  tahun 2018. "Hal ini setidaknya menandakan pembangunan bidang peternakan di Kabupaten Malang menjadi salah satu sektor usaha yang patut diperhitungkan serta mampu  menciptakan sumber pendapatan bagi kesejahteraan rakyat Kabupaten Malang," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load