Ribuan pelajar menari kolosal Tari Klono Sewu di Alun-alun Kabupaten Jombang pada salah satu rangkaian Pekan Bulan Berkunjung ke Kabupaten Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Ribuan pelajar menari kolosal Tari Klono Sewu di Alun-alun Kabupaten Jombang pada salah satu rangkaian Pekan Bulan Berkunjung ke Kabupaten Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Tari kolosal klono sewu membuka rangkaian Pekan Bulan Berkunjung ke Kabupaten Jombang. Tari kolosal ini ditampilkan oleh 1.000 penari di Alun-Alun Kabupaten Jombang, pada Jumat (6/9) pagi.

Kemeriahan tari kolosal klono sewu ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Jombang beserta unsur Forkopimda dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jombang.

Pada acara tersebut, tampak ribuan penari dari kalangan pelajar mengenakan topeng klono dari kesenian wayang topeng Jatiduwur, Kecamatan Kesamben.

Sedikitnya ada 1.000 penari yang terdiri dari 900 pelajar dan 100 guru terlihat kompak dan luwes menarikan tari klono dengan mengenakan topeng berbagai karakter. Tidak ketinggalan, suara alunan musik gamelan Jawa menambah daya tarik dari pertunjukan kesenian tersebut.

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab menuturkan, kesenian tari topeng ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 2018 lalu.

Dipilihnya tari topeng klono sewu ini, lanjut bupati, bertujuan untuk menunjukkan bentuk kearifan lokal yang dimiliki oleh kota santri.

"Ini supaya budaya lokal kita tidak punah. Tari topeng ini juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia," jelas Mundjidah saat diwawancarai.

Selain itu, dengan melibatkan para pelajar ini diharapkan agar warisan budaya berupa tari topeng itu bisa terus dilestarikan dan dirawat oleh para generasi muda. "Ya kita berharap para siswa ini bisa melestarikan budaya lokal kita agar tidak punah," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Budi Nugroho mengatakan, tari topeng klono ini merupakan jati diri dari budaya Jombang.

Dengan menampilkan seribu penari secara langsung, sambung Budi, diharapkan bisa menjadi viral dan lebih dikenal lagi di Jombang maupun di luar Jombang. "Kami dari Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang ingin memviralkan budaya asli Jombang ini. Ini juga sebagai pembentukan karakter para pelajar terkait olah rasa dan olah hati," bebernya.

Kembali dijelaskan oleh Bupati Jombang, tari kolosal klono sewu ini merupakan rangkaian dari Pekan Bulan Berkunjung ke Kabupaten Jombang yang merupakan event tahunan di kota santri.

Pada Pekan Bulan Berkunjung ke Kabupaten Jombang ini, sepanjang bulan September akan menyajikan berbagai bentuk hiburan dan pesta rakyat. Antara lain, penampilan kesenian dan budaya asli Jombang, pameran produk UMKM, hingga kegiatan religi.

"Pekan Bulan Berkunjung ke Kabupaten Jombang ini sebagai rintisan untuk memperingati hari lahir Kabupaten Jombang. Saya sampaikan juga, bahwa ini diharapkan bisa menarik wisatawan dari luar Jombang," tutupnya.(*)

 


End of content

No more pages to load