Suasana bursa kerja yang digelar Job for Career di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Suasana bursa kerja yang digelar Job for Career di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



Beragam cara bagi para pencari kerja untuk mendapatkan lowongan, baik mendatangi langsung perusahaan, mengirim lamaran, maupun mendatangi bursa kerja atau job fair.

Seperti yang terjadi di Aula Skodam V Brawijaya Kota Malang, hari ini (5/9/2019) ribuan job seeker mengikuti bursa yang digelar Job for Career.

Bedanya dengan bursa kerja lain, para pencari kerja terlebih dahulu harus mendownload dan mendaftar melalui aplikasi. 

Setelah itu, mereka bisa masuk untuk mendatangi stan-stan perusahaan yang membuka lowongan. 

Baru kemudian, pengajuan berkas lamaran hingga wawancara bisa dilakukan. 

Direktur Job for Career Ricky Januar mengungkapkan bahwa event yang digelar selama dua hari, hingga besok (6/9/2019) tersebut menggunakan sistem terbaru yakni scan QR Code. 

"Pelamar tidak perlu lagi membawa CV dan lamaran yang menghabiskan biaya cetak, tenaga dan waktu, aplikasi lamaran bisa dilakukan secara online," ujarnya.

Meski demikian, stan-stan perusahaan yang membuka lowongan tetap dihadirkan. Sehingga pendaftar bisa mencari informasi dengan tanya jawab langsung. 

Termasuk juga beberapa perusahaan yang langsung mengadakan wawancara di tempat.

"Masuknya gratis, tetapi harus mengunduh aplikasi dan top up ke pengguna premium," urainya. 

Dalam event tersebut, lanjutnya, ada sekitar 1.000 lowongan pekerjaan yang ditawarkan dari 37 perusahaan. Sebagian besar, untuk penempatan kerja di wilayah Jawa Timur.

"Antusiasme para pencari kerja cukup tinggi ya, baru setengah hari lebih dari seribu orang yang datang. Targetnya, seluruh lowongan yang dibuka ini bisa terisi," ujarnya. 

Menurut Ricky, Kota Malang menjadi lokasi kegiatan karena memiliki potensi pencari kerja yang besar. 

Mengingat, statusnya sebagai kota pelajar dengan puluhan perguruan tinggi.

"Banyak mahasiswa yang baru selesai wisuda dan sedang mencari kerja. Untuk itu, kami beri fasilitas dan prosesnya akan Iebih cepat," sebutnya. 

Penggunaan aplikasi tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu strategi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. 

"Harapannya pencari kerja tidak lagi kesulitan mencari informasi dan mendapatkan kerja. Apalagi sekarang perusahaan cari fresh graduate, daripada yang sudah pengalaman," terangnya. 

Para pencari kerja pun tidak hanya berasal dari Kota Malang. Danang Wahyudi, misalnya, yang datang dari Blitar untuk menjajal peluang memperoleh pekerjaan. 

"Dapat informasi dari internet yaa, dan juga kan dari Blitar ke Malang dekat. Jadi sengaja datang untuk mencari kerja," tuturnya. 

Mengantongi ijazah S1 bidang pendidikan, tidak membuat Danang berkecil hati. Dia berusaha mendapatkan tempat di bidang perbankan.

"Rata-rata lowongan membuka peluang untuk semua lulusan, tapi ada beberapa yang spesifik misalnya lulusan komunikasi. Ini yang biasanya agak menyusahkan karena background pendidikan, dinilai hanya bisa jadi guru," pungkasnya. 


End of content

No more pages to load