Salah satu armada Damkar mikik Satpol PP Kab Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Salah satu armada Damkar mikik Satpol PP Kab Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan potensi kebakaran di musim kemarau 2019 tahun ini. 

Hal itu dikarenakan kasus kebakaran biasanya mengalami peningkatan di musim kemarau.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blitar, Suyoto kepada BLITARTIMES pada Kamis (5/9/2019) siang.

"Jadi terkait kejadian kebakaran sampai dengan bulan Juli dan Agustus kemarin kami merasakan terjadi penurunan. Tapi masuk akhir Agustus September kemarin terjadi dua kali kebakaran besar di Ngaglik. Bahkan, bantuan dari Damkar kota cukup kuwalahan ngatasi kebakaran itu," terang Suyoto.

Perlu diketahui bahwa, saat ini Damkar Kabupaten Blitar berada di bawah naungan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Blitar.

Sebelumnya, masih bergabung dengan BPBD Kabupaten Blitar, namun sejak 2017 lalu dipindah jadi satu dengan Kantor Satpol PP Kabupaten Blitar di Jalan Semeru Kota Blitar.

Dari data yang dihimpun, baru-baru ini memang terjadi peningkatan resiko kebakaran di musim kemarau. 

Salah satunya seperti dua kali kebakaran di Pabrik Eggtray di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar yang disebabkan oleh korsleting listrik.

Selain itu, penyebab kebakaran juga disebabkan oleh kebiasaan membakar sampah dan membuang puntung rokok yang masih menyala di sembarang tempat. 

Terlepas dari faktor alam dan kebiasaan masyarakat, hal lain yang bisa memicu kebakaran adalah usia kabel listrik yang sudah tua dan korsleting listrik.

Suyoto mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan dini untuk mengurangi resiko-resiko kebakaran.

"Untuk itu kita lebih baik melakukan pencegahan dini mulai dari sosialisasi ditingkat pemerintah baik desa maupun kecamatan. Harapannya kedepan sosialisasi ini tidak hanya di lembaga pemerintah saja, akan tetapi kami sudah mengusulkan untuk bisa sosialisasi ke masyarakat lebih luas lagi," terangnya.

Terutama pada para pengusaha Suyanto meminta  masyarakat untuk selalu aktif dalam kepeduliannya terhadap lingkungan sekitarnya terutama kepekaan terhadap situasi yang berpotensi menimbulkan kejadian kebakaran.

"Kami semampu kami akan melayani yang terbaik untuk masyarakat Blitar, kalau memang terjadi kebakaran bisa menghubungi kami melalui call center. Tapi minimal melalui aparat kecamatan dulu, takutnya nanti kita sudah terburu-buru kesana ternyata kebakaran itu sudah bisa diatasi. Makanya itu pentingnya sosialisasi pada masyarakat," tukasnya.(*)