pemilik pabrik palstik asal korea, Mr. Kim (batik coklat) melihat bank sampah di Kecamatan Kedungwaru (foto : dok. Kecamatan Kedungwaru)

pemilik pabrik palstik asal korea, Mr. Kim (batik coklat) melihat bank sampah di Kecamatan Kedungwaru (foto : dok. Kecamatan Kedungwaru)



Pabrik yang memproduksi biji plastik di Dudun Cerme, Desa Gamping Kecamatan Campurdarat, masih kekurangan bahan baku untuk produksinya, bahan baku yang dimaksud ialah botol bekas yang di proses menjadi biji plastik.

“Sekarang ini masih belum (mencukupi),” ujar Asisten Manager PT. DMC Plastik Indonesia, Pradana Ari, Kamis (5/9/19) selepas melihat bank sampah di Kecamatan Kedungwaru.

Pabrik ini baru beroperasi beberapa waktu lalu dan baru 15 karyawan yang diserap. 

Namun jika kebutuhan bahan baku plastik terpenuhi dan seluruh mesin beroperasi, maka akan menyerap sekitar 400 tenaga kerja.

Untuk menutupi kekurangan bahan baku itu, pihak managemen pabrik asal Korea selatan ini mencoba menggandeng bank sampah yang ada di Tulungagung. salah satunya di Kecamatan Kedungwaru.

Dalam sehari pabrik ini mampu menghasilkan 10 -12 ton biji plastic, sehingga kebutuhan plastiknya sekitar 300 ton per bulan.

“Kita masih di support dari kota-kota lain seperti Surabaya, Malang, Jogja, Semarang dan Tangerang,” ujarnya lebih lanjut.

Keberadaan pabrik ini diharapkan bisa menyerap tenaga kerja dan sampah plastik di Tulungagung.

Sementara itu Camat Kedungwaru, Anang Pratistianto optimis mampu memenuhi pasokan bahan baku plastic untuk diaur ulang di pabrik iru.

Meski harus diakui dengan mekanisme saat ini sulit untuk memenuhi kebutuhan plastik itu.

“Kita akan bekerja sama dengan pengepul rosok (plastic) kemungkinan mampu,” ujar Anang.

Pihaknya akan mengoptimalkan bank sampah yang ada di Kecamatan Kedungwaru.

Proses pemilahan sampah plastik yang akan diolah dilakukan di bank sampah. 

Pihaknya akan menambah tenaga kerja untuk pemilahan sampah ini.

“Untuk pemilahan bank sampah sudah dipilah dari rumah, disini sudah dipilah sesuai jenisnya,” terangnya.


End of content

No more pages to load