Ir Rasyid Zakaria saat mendaftar dan mengambil formulir pendaftaran bacabup dan bacawabup di kantor  PDI Perjuangan. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Ir Rasyid Zakaria saat mendaftar dan mengambil formulir pendaftaran bacabup dan bacawabup di kantor PDI Perjuangan. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Penjaringan pendaftaran bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati (bacabup-bacawabup) Jember di kantor DPC PDI Perjuangan, Kelurahan Baratan Patrang, hari pertama Kamis (5/9/2019) langsung didatangi  salah satu calon. Dia adalah Rasyid Zakaria, mantan kepala PU Bina Marga yang juga kepala BPBD Jember.

“Saya mendaftar cabup lewat PDIP. Saya daftar pertama karena ingin menunjukkan kalau saya serius ingin maju di Pilkada 2020 nanti,” ujar Rasyid kepada sejumlah wartawan yang menemuinya.

Ketika disinggung soal visi dan misinya ikut maju dalam Pilkada 2020, Rasyid hanya menjawab singkat bahwa  visi dan misinya ingin menjadikan rakyat Jember semakin sejahtera dan menjadikan birokrasi di Jember lebih baik.

“Saya ingin rakyat Jember semakin sejahtera dan juga saya ingin menjadikan birokrasi di Jember semakin baik. Apakah birokrasi saat ini tidak baik? Birokrasi saat ini sudah baik, tapi saya akan menjadikan birokrasi di Jember semakin baik karena saya orang birokrasi,” tambah Rasyid.

Soal apakah dirinya direkom menjadi cabup atau cawabup, Rasyid menyerahkan sepenuhnya kepada partai yang memberinya rekomendasi. “Saya daftarnya sebagai cabup, tapi kalau misalkan nanti rekom turun dan meminta saya sebagai cawabup, ya akan saya patuhi dan tidak masalah,” ujar Rasyid.

Sementara Lukman Winarno-humas dan juru bicara tim 7 PDI Perjuangan Jember- pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa siapa pun bisa mendaftar untuk maju sebagai cabup atau cawabup lewat PDI Perjuangan. Mendaftarnya juga tidak harus di kantor DPC, tapi juga bisa di DPD PDIP Jatim maupun DPP.

“DPC diberi kewenangan untuk melakukan penjaringan. Kalau DPD memiliki dua kewenangan, yakni penjaringan dan penyaringan. Sedangkan di DPP ada tiga kewenangan, yakni penjaringan, penyaringan, dan penetapan. Jadi, kalau misal daftar di DPD maupun DPP, juga bisa,” ujar Lukman.

Sejauh ini, Lukman mengatakan bahwa target PDI Perjuangan di Pilkada 2020 adalah memenangkan pilkada seperti tahun-tahun sebelumnya sejak bupati dan wabup dipilih secara langsung oleh masyarakat.

“Ini bukan mitos. Meski di pileg PDIP tidak bisa menjadi pemenang, tapi untuk pilkada di Jember, fakta mencatat kalau calon yang diusung PDIP selalu terpilih. Harapan kami, di Pilkada 2020 nanti kami juga bisa menang,” ujarnya.

Mengenai koalisi dengan partai lain, Lukman tidak menampik jika saat ini pihaknya juga melakukan lobi-lobi politik dengan partai lain untuk mengusung calon di bursa Pilkada 2020. “Syarat untuk mengusung calon, partai harus memiliki sedikitnya 10 kursi di DPRD. Sedangkan saat ini di Jember tidak ada partai yang memiliki kursi dengan jumlah itu. Otomatis harus koalisi dan tidak bisa mengusung sendiri,” pungkas Lukman.