Hasil tangkapan layar pengendara yang lari ke sawah untuk menghindari razia.

Hasil tangkapan layar pengendara yang lari ke sawah untuk menghindari razia.



Sejumlah pengendara sepeda motor tampak tergesa-gesa menghentikan kendaraannya. Pengendaranya lantas meninggalkan motor dan bergegas menuju area persawahan yang berada tepat dipinggir Jl Brawijaya. Para pengendara ini ternyata menghindari razia kendaraan yang sedang dilakukan Satlantas Polres Banyuwangi di depan kantor samsat, Kamis (5/9/19) sore.

"Hari ketujuh operasi patuh ini, kami menemukan ada pengendara yang bertingkah aneh. Melihat ada petugas polisi yang melakukan kegiatan operasi patuh, dalam jarak beberapa meter, motor diparkir dan lari ke sawah," kata Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Am Ridho Arifianto melalui Kanit Turjawali Ipda Heru.

Melihat kejadian ini, salah seorang petugas kepolisian segera menuju ke tempat itu. Petugas langsung meminta pengendara yang kabur ke sawah untuk kembali. Di antara mereka ada yang kembali dan ada yang tetap berjalan menjauh.

Akhirnya petugas mengamankan motor yang ditinggalkan. Sementara pengendara yang kembali ditilang sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

Dalam razia kali ini, polisi fokus melakukan pemeriksaan kelengkapan berkendara kepada pengendara sepeda motor. Dokumen yang diperiksa meliputi SIM, STNK dan kelengkapan kendaraan.

"Hingga hari ketujuh ini sudah ada 1.500 pelanggar yang kami tindak. Pelanggaran didominasi pengendara yang tidak memiliki SIM, tidak membawa STNK, dan pelajar di bawah umur yang  belum layak mengendarai sepeda motor," jelasnya.

Operasi Patuh Semeru ini dilaksanakan sejak 29 Agustus 2019 hingga 13 September 2019. Selama pelaksanaan operasi ini satlantas setiap hari melakukan razia kendaraan. "Rata-rata setiap hari kami melakukan dua kali razia. Lokasi razia berpindah-pindah tersebar di seluruh wilayah Banyuwangi," pungkas polisi berpangkat balok satu ini.

 


End of content

No more pages to load