Plt Wali Kota Blitar Santoso saat menyampaikan sambutan di acara Tasyakuran Jamaah Haji Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Plt Wali Kota Blitar Santoso saat menyampaikan sambutan di acara Tasyakuran Jamaah Haji Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Pemerintah-Kota-Blitar
Balai-Kusumawicitra
jamaah-haji-asal-Kota-BlitarPemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggelar syukuran kedatangan haji di Balai Kusumawicitra, Jalan Soedanco Soeprijadi, Kota Blitar, Kamis (5/9/2019). Tasyakuran ini sebagai wujud syukur pelaksanaan ibadah haji jamaah asal Kota Blitar berjalan lancar.

Turut hadir dalam tasyakuran ini 190 jamaah haji dari Kota Blitar, Plt Wali Kota Blitar Drs.H Santoso, Kepala Kemenag Kota Blitar Sholekan, pengurus dan anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Forkopimda, Kepala OPD terkait, Pimpinan organisasi keagamaan dan tamu undangan lainnya.

Plt Wali Kota Blitar, Drs.H Santoso mengatakan tasyakuran ini digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME atas lancarnya pelaksanaan ibadah haji jamaah asal Kota Blitar dari awal hingga akhir. “Ini wujud syukur lancarnya ibadah haji jamaah asal Kota Blitar. Saat ini mereka sudah pulang dan bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat dan walafiat,” ungkap Santoso.

Di kesempatan ini Santoso juga berpesan kepada seluruh jamaah haji agar melakukan instrospeksi diri. Dalam artian setelah naik haji apakah ada peningkatan dalam beribadah kepada Allah. Serta terkait mutu dari kegiatan sosial yang dilaksanakan setelah menunaikan rukun Islam ke lima.

Plt Wali Kota berharap agar jamaah haji yang baru tiba dapat melestarikan nilai-nilai kemabruran ibadahnya dengan meningkatkan prinsip kehambaan diri kepada Allah SWT melalui peningkatan kualitas ibadah seperti salat, puasa, zakat, dan kesalehan sosialnya.

Santoso pun menegaskan, tujuan akhir bagi setiap orang berhaji adalah meraih keridaan Allah SWT dengan memperoleh derajat haji yang mabrur. Nilai kemabruran haji itu sendiri akan tampak bagi seseorang setelah pulang berhaji, ditandai dengan perubahan sikap mental dan amaliah sehari yang lebih baik.

"Bila setelah ibadah haji terus ibadah kita semakin berkurang, serta kegiatan sosial juga berkurang, itu berarti tanda-tanda kemabrurannya perlu dipertanyakan. Bila ibadah semakin bagus, baik habluminallah maupun habluminannas, Insyaalah ini tanda-tanda sebagai haji mabrur,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian dan Kesra Pemkot Blitar, Subandi mengatakan jumlah jamaah haji Kota Blitar tahun ini berjumlah 190 orang dengan rincian 100 orang perempuan dan 90 orang laki-laki. Seluruh jamaah dalam kondisi sehat dan tidak ada yang tertinggal di tanah suci maupun meninggal dunia.

Setelah pulang ke tanah air, seluruh jamaah haji ini akan masuk organiasi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Blitar. Mereka akan dikelompokkan sesuai dengan angkatannya masing-masing.

“Tujuan dari IPHI ini adalah untuk menjaga kemabruran dan istiqomah dalam beribadah,” jelas dia.

Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar, Sholekan menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian yang diberikan Pemkot Blitar kepada para jamaah haji dengan memberikan berbagai macam kemudahan mulai dari fasilitas maupun pelayanan mulai dari berangkat, di tanah suci hingga kembali ke Bumi Bung Karno.

"Mudah-mudahan ke depan, pemberian fasilitas kepada para jamaah haji ini bisa terus ditingkatkan. Berkat fasilitasi Pemkot Blitar seluruh jamaah bisa beribadah secara maksimal selama di tanah suci,” katanya.

Acara tasyakuran haji di Balai Kusumawicitra dimeriahkan dengan sholawatan dan ditutup dengan tausiyah oleh KH Maksum Yusuf dari Dusun Centong, Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.(*)