Tersangka saat memperagakan cara mengubah suara ketika melangsungkan aksinya di halaman Polres Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Tersangka saat memperagakan cara mengubah suara ketika melangsungkan aksinya di halaman Polres Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Dengan dalih menyamarkan suara tersangka Damako Siada alias Diko atau Levin (35) warga Dusun Areng-Areng Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo melangsungkan penipuan seleksi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Sejak tahun 2014 hingga 2018, tersangka bersama satu rekan lainnya menipu 20 korban dengan meraih keuntungan hingga Rp 608 juta.

“Penipuan dengan modus kelulusan CPNS yang dijanjikan dengan meyakinkan korbannya bisa memasukkan CPNS dilakukan sejak tahun 2014,” kata Wakapolres Batu, Kompol Zein Mawardi.

Damoko melangsungkan aksinya itu bersama rekannya Moch Kharis Slamet Yuwono (33) warga Kecamatan Sukun, Kota Batu Malang. Setiap kali aksinya kepada korban mendapatkan imbalan Rp 10-30 Juta.

Korbannya bukan hanya dari warga Kota Batu, tetapi juga dari penjuru berbagai daerah. Seperti Semarang dan Bali, sedangkan warga Kota Batu ada 5 korban. 

Ia menjelaskan awal tahun 2014, korban atau pelapor Hadi, mengenal tersangka Damako Siada alias Diko atau Levin, memiliki hubungan ternak burung kenari di rumah kontrakannya di Dusun Areng-Areng Desa Junrejo Kecamatan Junrejo.

Selanjutnya tersangka berpura-pura sebagai ahli IT yang sering dimintai tolong oleh Polda dalam melacak nomor telepon, sehingga mengaku mempunyai kenalan pejabat eselon di Kemendagri Jakarta.

“Ia mengaku punya kenalan namanya Rudi Wiroharjo yang bisa membantu meluluskan tes seleksi CPNS,” imbuhnya.

Agar bisa meloloskan itu dengan syarat menyerahkan nama peserta, formasi yang diikuti, nomor pendaftaran, dan biaya operasional sebesar Rp 2,5 juta sampai Rp 10 juta. Untuk meyakinkan korban, tersangka menciptakan seseorang yang bernama Rudi. 

“Jadi tersangka ini bisa mengganti-ganti suaranya untuk meyakinkan korban. Padahal itu dia sendiri,” tambah Zein, Kamis (5/9/2019).

Demi melancarkan rencananya tersebut tersangka terlebih dahulu membeli kartu perdana dan memberikan nomor telepon yang baru dibelinya tersebut kepada korban dan diakui nomor tersebut adalah milik Rudi. Disertai foto seorang laki-laki memakai jas yang diakui sebagai Rudi.

“Yang sebenarnya itu adalah orang lain yang tersangka kenal bernama Didik, dia bekerja dalam yayasan amal salah satu agama di Indonesia,” jelasnya saat rilis di Polres Batu.

Kemudian saat menerima telepon diangkat oleh tersangka sendiri dengan mengubah suaranya agar tidak dikenali korban. Kemudian korban mengirim ke nomor rekening yang diakui milik istri Rudi dengan total keseluruhan sekitar Rp 300 juta.

“Tetapi setelah teman-teman korban dan korban sendiri menyerahkan uang, untuk peserta yang ikut mendaftar CPNS tahun 2014 melalui korban tidak lolos tes seleksi,” ujar mantan Kepala Bagian (Kabag) Operasional (ops) Polres Batu.

“Sehingga teman-teman korban menuntut untuk uang yang sudah diserahkan agar dikembalikan, dengan adanya tuntutan tersebut, sehingga pelapor mengembalikan uang-uang yang sudah ditransfer oleh teman- teman korban menggunakan uang pribadi korban sebesar Rp 300 juta,” ucapnya. 

Hingga pertengahan tahun 2018 lanjut Zein, tersangka tiba-tiba menghubungi pelapor dengan alasan akan mengembalikan uang milik pelapor. Dan mengajak teman tersangka sebagai Direktur Kemenpan RI yang bernama Budi Yuwono.

“Kemudian tersangka bekerja sama dengan temannya yang bernama Moch Kharis Slamet Yuwono mengaku bernama Zen sebagai anak buah Budi yang bekerja di kantor Regional II BKN Sidoarjo,” kata Zein. 

Selanjutnya Zen meminta registrasi nomor CPNS tersebut dengan syarat untuk operasional orang-orang BKN di wilayah tersebut dengan nominal Rp 2,5 juta hingga Rp 30 juta. 

“Akibat perbuatannya itu tersangka dijerat ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun,”  terangnya.

Dari kasus ini Polres Batu menyita barang bukti antara lain, buku rekening dari beberapa bank, print out rekening koran, kartu ATM, satu unit laptop, 3 unit telepon genggam, dan 2 unit sepeda motor.