(tengah berkacamata) Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab menyalami jemaah haji yang baru datang di Pendopo Kabupaten Jombang setelah menunaikam ibadah haji ke tanah suci Mekkah. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

(tengah berkacamata) Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab menyalami jemaah haji yang baru datang di Pendopo Kabupaten Jombang setelah menunaikam ibadah haji ke tanah suci Mekkah. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

A Yahya


Seluruh jamaah haji asal Kabupaten Jombang mulai pulang ke tanah air. Kedatangan jamaah haji Kota Santri ini disambut langsung oleh Bupati Jombang di Pendopo Kabupaten, Rabu (4/9) siang.

Ada sebanyak 982 jamaah haji asal Jombang yang telah tuntas melaksanakan Rukun Islam di tanah suci mekkah. Para jamaah haji tersebut terbagi dalam 3 kloter, yakni kloter 52, 53 dan kloter 54.

Rombongan pertama yang datang dan disambut langsung oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab adalah kloter 52 yang terdiri dari 92 jamaah haji. Rombongan tersebut mendarat di Pendopo Kabupaten Jombang sekitar pukul 12.00 WIB.

Penyambutan jamaah haji tersebut, Bupati Jombang didampingi oleh para pimpinan Forkopimda Jombang dan para pejabat di Pemkab Jombang, beserta Kepala Kemenag Kabupaten Jombang.

Pada kesempatan itu, Mundjidah mendoakam agar para jamaah haji menjadi haji yang mabrur. "Semua sudah tuntas hari ini semua. Semoga semua menjadi haji yang mabrur," ujar Bupati Jombang di hadapan para jamaah haji.

Diterangkan Munjidah, keseluruhan jamaah haji yang pulang ke Jombang semua dalam keadaan sehat. 

Namun, lanjut Mundjidah, ada 2 jamaah haji asal Jombang yang meninggal dunia dan telah dimakamkan di tanah suci Mekkah. Selain itu, ada 1 jamaah haji yang masih tertinggal di Mekkah karena dalam kondisi perawatan medis. "Kemarin juga ada yang tanazul 6 orang, atau pulang duluan karena harus mengikuti pelantikan DPRD dan pendaftaran Pilkades," terangnya.

Sementara pada kesempatan itu juga, Bupati mendoakan pada para warganya agar para warganya yang belum berangkat haji agar diberikan kelancaran untuk segera berhaji. "Kita yang sekarang ini belum diberi kesempatan berangkat haji, mudah-mudahan tahun depan bisa berangkat haji," tutur Mundjidah.

Terpisah, Kasi Pelayanan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kabupaten Jombang, Moch Salim Basawad mengatakan, ada 10 jamaah haji pada tahun 2019 ini yang gagal berangkat. Dari 10 calon jamaah haji yang gagal berangkat tersebut, dipastikan akan berangkat ke tanah suci pada tahun mendatang. "Mereka yang tidak bisa berangkat tahun ini karena suatu hal, bisa nanti berangkat di tahun depan (Tahun 2020, red)," pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load