Suhanto Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI (2 dari kanan) saat melihat produk di expo pembangunan Kab Malang 2019 (Nana)

Suhanto Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI (2 dari kanan) saat melihat produk di expo pembangunan Kab Malang 2019 (Nana)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto menyampaikan pernyataan yang membuat para tamu undangan bertepuk tangan cukup meriah dalam pembukaan expo pembangunan Kabupaten Malang 2019, Rabu (4/9/2019).

Secara tegas Suhanto yang mengapresiasi gelaran produk unggulan daerah dalam konsep expo pembangunan mengatakan, bahwa ritel-ritel modern di berbagai wilayah, tak terkecuali di Kabupaten Malang, memiliki kewajiban atas produk lokal yang ada.

"Ya, para ritel modern memiliki kewajiban untuk menyerap produk-produk lokal yang ada di Kabupaten Malang. Ini hukumnya wajib," kata Suhanto, Rabu (04/09/2019).

Pernyataan tersebut tentunya mendapat apresiasi dari seluruh tamu dan masyarakat yang hadir dalam pembukaan expo pembangunan. 

Pasalnya, sampai saat ini ritel-ritel modern yang menurut Suhanto, hanya memiliki gerai saja, sedangkan produk yang dijual merupakan hasil industri, masih belum terlihat maksimal melakukan kewajibannya itu.

Padahal, dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 70 tahun 2013 secara tegas disampaikan kewajiban bagi ritel modern untuk menyerap berbagai produk lokal di gerainya.

"Jadi saya himbau serap produk lokal itu di gerai-gerai ritel modern. Pak Plt Bupati bisa panggil para pemilik atau pengelola ritel modern untuk bisa melakukan hal itu," tegas Suhanto yang disambut tepuk tangan.

Imbauan tersebut, sebagai upaya agar produk lokal bisa dicintai dan dihargai oleh masyarakat sendiri. Dimana, saat berbagai produk luar daerah bahkan luar negeri lebih dikenal dan dihargai masyarakat, karena lebih banyak diserap oleh berbagai ritel modern yang keberadaannya sampai di pelosok perdesaan.

"Jangan sampai produk lokal hanya jadi penonton di rumahnya sendiri. Ini kewenangan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan lewat dinas terkait," ujar Suhanto yang juga mengatakan kepada Sanusi, "Bila dinas terkait tidak konsen ke UKM dan tidak menjalankan kontrol, ganti saja pak," imbuhnya.

Terkait mengenai kualitas produk daerah yang tidak memenuhi syarat untuk dijual di ritel modern, Kemendag RI juga menyampaikan, jangan sampai ditolak begitu saja. 

Pasalnya, selain ada kewajiban untuk menyerap produk lokal di gerai, ritel modern juga memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan kepada para UKM terkait produk yang layak dijual sesuai syarat yang ditentukan.

"Lakukan pembinaan jangan hanya menolak karena kurang sesuai standar produk di ritel. Terus saya pesan juga 4 hari ini, silahkan kurasi dan pilih produk lokal di expo ini. Sehingga nanti bisa jadi bagian dari produk yang bia dijual di ritel saat expo selesai," ujar Suhanto.

Plt Bupati Malang Sanusi pun siap untuk menindaklanjuti himbauan dari Kemendag RI. Dimana, expo pembangunan yang digelar, salah satu fungsinya juga untuk bisa menjadi ajang kurasi investor dan ritel modern.

"Tentu saya mendukung itu, apalagi ini amanah aturan kementerian. Terkait pembinaan UKM kita selaku lakukan lewat dinas terkait," ucap Sanusi.

Sanusi juga sangat apresiatif atas ajakan Kemendag RI untuk bekerjasama dalam meningkatkan kapasitas UKM di era revolusi industri 4.0. Yakni, terkait pemasaran online yang telah menjadi gaya dan model baru di saat ini. 

"Kita akan juga menindaklanjuti itu. Karena ini memang penting untuk UKM bisa eksis di era sekarang," pungkas Sanusi.

 


End of content

No more pages to load