Warga Alastlogo unjukrasa di Kantor Bupati Pasuruan

Warga Alastlogo unjukrasa di Kantor Bupati Pasuruan



Bak api dalam sekam, konflik tanah Alastlogo di kawasan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AL di Kabupaten Pasuruan kembali bergolak. Ribuan warga yang bermukim di atas lahan sengketa berunjukrasa di Kantor Bupati Pasuruan.

Warga menolak rencana relokasi yang ditawarkan TNI AL dalam sebuah kawasan pemukiman. Warga yang bermukim di 10 desa di Kecamatan Nguling dan Lekok ini tetap menuntut pengembalian tanah warisan nenek moyangnya. Lahan tersebut saat ini dalam penguasaan Komando Latihan Tempur Marinir (Kolatmar) TNI AL di Grati, Kabupaten Pasuruan.

Dengan mengusung keranda mayat, ribuan massa yang menamakan Forum Komunikasi Tani antar Desa (Fakta) menolak rencana relokasi yang ditawarkan TNI AL. Mereka juga mendesak Bupati Pasuruan segera bersikap dan memfasilitasi penyelesaian sengketa lahan yang tak kunjung usai.

"Kami menuntut Pemkab Pasuruan menolak rencana relokasi oleh TNI AL di 10 desa sengketa,” tegas Lasminto, Kordinator Fakta dalam orasinya.

Menurutnya, penolakan relokasi itu sangatlah berdasar. Sebab, warga sudah mendiami kampung halamannya tersebut sudah turun temurun. Namun sejak kehadiran TNI AL tahun 1960 lalu, warga justru dianggap sebagai warga pendatang, selalu ditindas dan dilanggar haknya.

“Sebagai warga negara, kami tidak bisa menikmati hasil pembangunan di desa. Karena dengan sewenang-wenang TNI AL melarang segala kegiatan pembangunan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron, menyatakan jaminannya untuk melindungi hak-hak masyarakat. Pihaknya kembali berjanji untuk segera berkoordinasi dan memfasilitasi penyelesaian lahan sengketa tersebut.

 


End of content

No more pages to load