Nur Hasim, bakal Calon Kades Rejoagung yang mengaku dimintai uang
Nur Hasim, bakal Calon Kades Rejoagung yang mengaku dimintai uang

Dugaan permainan muncul dalam seleksi calon pemilihan Kepala Desa (Kades) serentak di Kabupaten Banyuwangi. Bakal calon Kades asal Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Nur Hasim ,(58), mengaku dimintai uang agar lolos tes tulis. Namun ternyata dia tidak lolos dalam tes tulis.

Menurut Nur Hasim, sekitar sebulan sebelum pelaksanaan tes tulis seleksi calon Kades, Ketua Panitia Pilkades Desa Rejoagung yang bernama Gangsar mencarinya namun tidak ketemu karena dirinya tidak ada di rumah. Kemudian Nur Hasim datang ke rumah Gangsar untuk menanyakan keperluannya.

"Akhirnya malamnya saya ke sana. Dia bilang ada kaitan dengan pelolosan pilkades. Saya kemarin ke Banyuwangi. Teman panitia Banyuwangi ngomong bisa lolos tapi ya kan harus tahu, harus ngerti," kata Nur Hasim menirukan ucapan Gangsar saat ditemui di Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (4/9/19).

Nur Hasim pun menanyakan berapa dana yang harus diserahkan. Saat itu menurutnya Gangsar menyebut angka Rp 3 juta. Karena merasa tidak mampu, Nur Hasim menawar senilai Rp 1 juta. Setelah terjadi tawar menawar akhirnya disepakati Rp 1,5 juta. Namun malam itu Nur Hasim hanya menyerahkan uang senilai Rp 1,3 juta.

"Saya daripada malu akhirnya saya beri. Tapi niat saya bukan supaya lolos tapi karena persyaratan begitu. Akhirnya saya beri 1,3 juta secara tunai. Tahu-tahu setelah tes saya kan tidak lolos," ujarnya.

Karena tidak lolos, Nur Hasim menanyakan kepada Gangsar bagaimana pertanggungjawabannya. Menurut Nur Hasim, Gangsar mengaku sudah bertemu dengan orang yang bertanggungjawab dan yang bersangkutan mau mengembalikan uangnya. Dengan syarat Nur Hasim diminta  tidak meramaikan persoalan ini.

"Saya SMS siapa nama panitia Banyuwangi yang meminta uang itu. Dia tidak jawab. kemudian di mobil dia telepon saya. Yang penting uang itu yakin dikembalikan, tapi kalau sampean minta nama, saya tidak bisa memberitahu, karena saya harus komunikasi dengan panitia tersebut," kata Nur Hasim menyampaikan penjelasan dari Gangsar.

Sementara itu, di konfirmasi mengenai hal ini, Gangsar membantah apa yang disampaikan Nur Hasim. Namun, dia belum bisa memberikan banyak keterangan karena sedang ada acara penting di Situbondo.

"Itu gak betul itu pak. Nanti saya konfirmasi. Saya masih ada acara penting, nanti saya konfirmasi lagi," ujarnya melalui sambungan telepon.