Konferensi Pers Bupati Lumajang dan KPK di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jarim TIMES)

Konferensi Pers Bupati Lumajang dan KPK di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jarim TIMES)



Dari 90 ASN di Lumajang yang diwajibkan untuk melaporkan harta kekayannya, 78 diantaranya sudah selesai membuat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq memastikan, pada hari Rabu (04/9) besok seluruh pejabat tersebut sudah tuntas melaporkan harta kekayaannya.

Hal ini disampaikan Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq dihadapan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Ir. Agus Raharjo, ketika hadir di Lumajang dalam rangka Road Show di Lumajang setelah sebelumnya hadir disejumlah Kabupaten di Jawa Timur, pada hari ini, Selasa (03/9) di Peringgitan Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.

“Dari 90 ASN yang berkewajiban membuta LHKPN, 78 sudah selesai. Jadi hanya tersisa 20 persen saja, InsyaAllah besok selesai, bahkan sebelum rombongan dari KPK meninggalkan Kabupaten Lumajang,” kata Bupati Lumajang.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati yang mengaku sudah meminta kepada Sekda Lumajang agar sejumlah ASN yang belum menyampaikan laporan kekayaannya, segera menyelesaikan kewajibannya tersebut.

“Saya sudah perintahkan Pak Sekda, untuk memberitahu mereka yang belum melaporkan LHKPN. Hari ini harus sudah membawa berkas berkasnya untuk segera diselesaikan," ujar Bupati Lumajang.

Sementara itu Ketua KPK Ir. Agus Raharjo juga berharap agar ASN yang belum membuat laporan harta kekayaannya tersebut segera melaporkan, karena LHKPN merupakan upaya sebuah langkah pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi.

“Kaya boleh, asalkan jelas asal kekayaannya dari mana,” kata Agus Raharjo.

Hari ini KPK RI berada di Lumajang sebagai bagian dari usaha sosialisasi pencegahan korupsi. Menurut rencana, sampai besok rombongan KPK RI ini akan tetap berada di Lumajang.


End of content

No more pages to load