Ilustrasi parpol 2019 (Ist)
Ilustrasi parpol 2019 (Ist)

Akhirnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan perolehan suara partai politik (parpol) pemilu legislatif (pileg) tahun 2019.

Dimana, suara sah yang ditetapkan untuk anggota DPR RI periode 2019-2024 sebanyak 139.970.810.

Dari total suara sah tersebut, parpol berlambang banteng moncong putih meraup 19,33 persen atau suara sebanyak 27.503.961. 

Partai di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri ini menjadi juara dengan perolehan suara dan tentunya kursi terbanyak di DPR RI. 

Yakni, meraup kursi sebanyak 128 dari total kursi yang diperebutkan sebanyak 575.

Sisa kursi DPR RI, diperebutkan oleh parpol lainnya. 

Dimana, Partai Golkar walau mengalami penurunan kursi di pileg 2019, masih bisa mengunci posisinya sebagai runer-up atau yang kedua. 

Perolehan suara Golkar adalah  17.229.789 atau 12,31% dan berhak atas 85 kursi. Jumlah tersebut mengalami penurunan di pemilu lalu yang bisa meraup kursi DPR RI sebanyak 91.

Keluarlah PDI-Perjuangan dan Golkar sebagai peraih terbanyak kursi DPR di periode 2019-2024, tidak lepas dari militansi dan pengalamannya selama ini dalam berbagai kontestasi pemilu.

Selain tentunya, anggaran dana kampanye kedua parpol ini juga memang terbilang paling tinggi di antara lainnya.

Tercatat, dana kampanye PDI-Perjuangan mencapai Rp 345,02 miliar. 

Di bawahnya terdapat Golkar dengan anggaran dana kampanye sebanyak Rp 307 miliar yang bersumber dari sumbangan perorangan, badan usaha non-pemerintah, dan caleg.

Di urutan ketiga, peraih kursi DPR RI terbanyak dipegang oleh Gerindra, yaitu 78 kursi dengan perolehan suara 17.596.839 atau 12,57%. 

Partai di bawah pimpinan Prabowo Subianto pun sama dengan PDI-Perjuangan dalam peningkatan raihan kursi DPR RI. 

Pada pemilu lalu hanya mampu mengoleksi 73, di tahun 2019 ini sukses membukukan 78 kursi.

Loncatan Gerindra terbilang menarik bila dilihat dari anggaran dana kampanyenya yang tidak masuk dalam lima besar terbesar diantara para parpol peraih kursi di DPR RI. 

Yakni, PDI-Perjuangan, Golkar, Partai Nasdem (Rp 259 miliar), Perindo (Rp 228,24 miliar) dan Partai Demokrat (Rp 189,73 miliar).

NasDem, walau berada diperingkat keempat peraih terbanyak kursi DPR yaitu 59 dengan suara 12.661.792.  

Juga menjadi parpol dengan jejak berhasil memperbaharui performanya menggaet suara rakyat. 

Dimana di pemilu lalu, hanya bisa meraih 35 kursi DPR melejit menjadi 59 kursi di tahun 2019 ini.

Selanjutnya ada PKB di bawah Muhaimin Iskandar yang jumlah kursinya juga ikut melejit di pileg 2019 ini. Dari 47 menjadi 58 kursi DPR. 

Tidak hanya itu di Kabupaten Malang pun PKB menorehkan sejarah dalam pemilu selama ini, yaitu menyaingi PDI-Perjuangan dalam perolehan suara dan kursi DPRD. 

Dimana kedua parpol ini di pileg 2019 sama-sama meraup 12 kursi.

Urutan keenam, Demokrat cukup terseok-seok dalam pemilu 2019. 

Sosok SBY yang menjadi sentral di partai berlambang Mercy ini, tidak terlalu bisa mendongkrak suara di Pileg 2019.

Jumlah kursi Demokrat merosot dari 61 menjadi 54 kursi atau hanya meraup suara 10.867.257.

"Demokrat terus turun, AHY effect tidak terlalu signifikan malah merosot," ucap salah satu warganet @wawankurniawan5458.

Di urutan berikutnya ada PKS dengan raihan kursi DPR sejumlah 50 (naik dari hasil pemilu lalu yang mengantongi 40 kursi). 

Diikuti PAN dengan 44 kursi dan ikut juga merosot jumlah kursinya dengan perbandingan pemilu lalu, yaitu 49 kursi. Serta peringkat terakhir dipegang oleh PPP dengan kursi 19. 

Torehan yang sangat cukup menohok PPP karena mengalami kemorosotan suara yang terbilang banyak. 

Di pemilu lalu mampu mengoleksi 39 kursi dan merosot di tahun 2019 menjadi 19.

@Permanass15 menuliskan, "PPP turun efek Romy," ujarnya melihat penurunan suara dan kursi cukup besar itu.

Sedangkan, untuk parpol lainnya Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Garuda. Harus berlapang dada hanya sebagai peserta di pemilu 2019.