Ilustrasi.(Foto : liputan6.com)

Ilustrasi.(Foto : liputan6.com)


Editor

Heryanto


Gudang penyimpanan sebuah pabrik penggilingan tebu milik Triono (69) di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar hangus terbakar, Senin (2/9/2019). 

Empat unit pemadam kebarakan harus diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah.

Informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut tidak sampai membakar bangunan gudang.

Penyebab kebakaran masih diselidiki kepolisian. Dugaan sementara karena korsleting listrik.

“Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Belum bisa menyimpulkan,” kata Kapolsek Srengat Kompol Dorahman.

Kebakaran saat itu diketahui pertama kali sekitar pukul 11.30 oleh salah satu pekerja pabrik, Karyadi. 

Saat itu Karyadi sedang menjemur sepah tebu (limbah penggilingan tebu) tidak jauh dari gudang tebu. 

Tiba-tiba dirinya melihat asap muncul dari atap gudang sisi timur.

Api itu muncul di tempat penyimpanan sepah tebu. 

Karyadi pun langsung bergegas lari mencari bantuan warga sekitar untuk membantu memadamkan api. 

Pekerja lain langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. 

Tidak lama berselang, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan segera memadamkan api.

Hampir empat jam pemadaman dilakukan. Banyaknya tumpukan sepah tebu kering membuat api cepat menyebar. 

Pemadam cukup sulit untuk memadamkan api. Empat unit mobil pemadam pun dikerahkan untuk memadamkan api. 

Ditambah satu mobil tangki air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar.

Petugas pemadam juga menggunakan air sungai di sekitar pabrik untuk proses pemadaman.

Sebab, air di tangki mobil pemadam sudah tidak mencukupi lagi. 

Kendati demikian, proses pemadaman tetap berlangsung aman. 

Sejumlah petugas kepolisian juga berjaga mengamankan lokasi kebakaran.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Hanya saja, pemilik mengalami kerugian materil. 

“Untuk kerugiannya masih dihitung oleh pemilik pabrik,” pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load