Salah satu potongan tubuh Sumirah sesaat sebelum di vakuasi (Foto : Dokpol / TulungagungTIMES)
Salah satu potongan tubuh Sumirah sesaat sebelum di vakuasi (Foto : Dokpol / TulungagungTIMES)

Pagi-pagi buta atau tepatnya jam 05.04 WIB hari Selasa (03/09), warga Desa Gilang Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung geger. Seorang nenek yang diketuai bernama Sumirah (70) alamat RT 001, RW 006, Desa Gilang tewas dengan tubuh berkeping-keping karena tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu tak jauh dari tempat tinggalnya. 

"Kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang mengakibatkan seorang meninggal dunia," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Paur Humas Bripka Endro Purnomo.

Ikhwal kejadian menurut Endro, diketahui sekira pukul 04.30 WIB, saksi yang bernama Suprih (57) pada saat hendak berangkat ke pasar melihat ada 1 orang wanita dengan posisi berdiri menghadap ke utara di dekat rel kereta aorang

"Pada saat saksi melihat ada kereta api datang dari arah barat, saksi sempat meneriaki korban agar minggir," ungkap Endro.

Bukannya Minggir, nenek Sumirah justru makin mendekat rel, padahal jarak antara dirinya dan kereta api yang hendak melintas sudah semakin dekat.

"Pada saat kereta api melintas mendekat saksi melihat korban membaringkan badannya lalu tengkurap dengan posisi kepala berada di utara di atas Rel," terang Endro.

Di depan Suprih, nenek Sumirah yang sudah membaringkan tubuh itu akhirnya terlindas Kereta Api Malabar jurusan Bandung-Malang dengan nomor KA 92 yang dikemudikan seorang masinis bernama Agung Nur.

Atas kejadian itu, warga memberitahukan pada pihak berwajib. Tubuh Sumirah yang sudah tak utuh lagi telah dilakukan evakuasi, sedangkan pihak kepolisian melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Belum diketahui motif pasti alasan Sumirah melakukan aksi bunuh diri dengan melindaskan tubuhnya di bawah kereta api tersebut.