Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris (Hendra Saputra)
Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris (Hendra Saputra)

Separuh musim sudah berjalan, Arema FC telah menghabiskan kurang lebih setengah milliar rupiah untuk membayar denda. Salah satu pelanggaran yang cukup banyak yakni dari flare yang dinyalakan.

Beberapa pelanggaran di dalam pertandingan atau telah usai tapi masih ada pengawas pertandingan yang terjadi membuat Arema FC harus menanggung pembiayaan.

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris mengatakan bahwa denda yang pernah ia bayarkan membuat ia harus banyak mengevaluasi tentang pelanggaran yang terjadi.

Salah satu pelanggaran yang ia sesalkan yakni flare. Karena beberapa pertandingan flare selalu lolos karena dititipkan ke Aremanita. "Flare ini banyak modusnya, mereka bisa titipkan kepada Aremanita, biasanya ditaruh di area terlarangnya. Nah dengan begini kan kami bingung. Biasanya juga ditaruh makanan," ujar Abdul Haris.

Di putaran kedua nanti, Abdul Haris berharap kepada Aremania agar tidak lagi membuat hal yang bisa berakibat denda bagi Arema FC. "Kami kembalikan lagi kepada Aremania, sebagai suporter sejati tentu tidak akan melakukan pelanggaran yang berujung merugikan kepada tim kesayangannya," pungkasnya.