Serda Muchtar saat mencoba mengembalikan ikan lumba-lumba yang terdampar di Pantai Klatak ke perairan lepas dengan masih memakai seragam lengkap (ist)
Serda Muchtar saat mencoba mengembalikan ikan lumba-lumba yang terdampar di Pantai Klatak ke perairan lepas dengan masih memakai seragam lengkap (ist)

Sejak hari Minggu (1/9/19) kemarin viral foto dan video seorang anggota TNI AD berseragam lengkap menggendong ikan lumba-lumba yang terdampar di pantai. Foto ini tersebar di media sosial Facebook dan Instagram. 

Pria berseragam loreng itu rela berbasah-basahan diterjang ombak demi menyelamatkan ikan yang dikenal cerdas itu.

Dari penelusuran awak media, diketahui pria berseragam loreng itu merupakan anggota Kodim 0807/Tulungagung, Serda Muhctar.

Komandan Kodim 0807 Tulungagung Letkol Inf Wildan Bahtiar mengatakan pihaknya telah menerima kabar tersebut dan mengklarifikasi pria dalam foto tersebut adalah anggotanya. Serda Muchtar bertugas sebagai Komandan Regu Provost Kodim 0807/Tulungagung.

Atas kepeduliannya terhadap binatang yang dilindungi itu, Dandim mengapresiasi tindakan yang diambil anggotanya. Pasalnya selain menjaga keamanan NKRI, masing- masing anggota TNI wajib peduli pada kejadian menonjol yang ada di sekitarnya, seperti penyelamatan binatang yang dilindungi.

“Itu kan baik, wujud kepedulian kepada kelestarian binatang, bagus saya mengapresiasi tindakan anggota saya,” kata Dandim saat ditemui awak media di kantornya, Senin (2/9/19).

Sementara itu Serda Muchtar tidak menyangka apa yang dilakukannya akan viral dan mendapat respon positif dari atasan dan masyarakat.

Meski awalnya dirinya sempat khawatir videonya yang viral tersebut akan dinilai negatif oleh netizen, padahal tujuannya hanya ingin menyelamatkan lumba-lumba tersebut.

“Saya ndak tau siapa yang (mem) foto, saya malah khawatir jangan- jangan masyarakat nanti menilai yang saya lakukan ini sebagai hal negatif, tapi yang penting tujuan saya baik,” ucap Muchtar

Serda Muchtar menceritakan, Minggu (01/08) kemarin dirinya bertugas mengamankan kegiatan di Pantai Gemah yang rencananya akan dihadiri oleh Komandan Kodim namun ternyata pimpinannya tidak hadir, karena masih ada waktu luang kemudian sekitar pukul 14.00, dirinya bersama keluarga langsung menuju ke Pantai Klatak yang jaraknya tak jauh dari Pantai Gemah.

Setelah lima menit duduk di pinggir pantai, tiba-tiba ada ombak yang cukup besar datang, saat ombak tersebut kembali ke pantai, di depannya sudah ada ikan lumba- lumba sepanjang 1 meter dengan berat lebih dari 50 kilogram, spontan dirinya langsung berupaya mengembalikannya ke laut.

“Saya ya kaget tiba- tiba ada ikan besar di hadapan saya, spontan saya tolong, saya kembalikan ke laut,” tuturnya.

Tanpa berfikir panjang dirinya langsung berupaya menggendong lumba- lumba tersebut yang mengalami luka pada bagian siripnya karena terkena karang tersebut, namun saking aktifnya lumba- lumba itu membuat Muchtar harus jatuh bangun. Mengetahui dirinya menyelamatkan ikan itu, kemudian warga di sekitar pantai mulai berdatangan untuk membantunya.

“Aktif mas, kayak anak bayi itu wong ada suaranya saya bisa dengar itu, sampai saya jatuh jatuh kemudian warga datang membantu,” terangnya.

Besarnya ombak dan sulitnya pantai yang bagian pinggirnya dipenuhi karang membuat upayanya tersebut tidak berjalan mudah, dirinya harus berusaha sebanyak 3 kali hingga lumba- lumba tersebut benar-benar kembali ke tengah laut dan tidak terdampar lagi.

“Kesatu pas kedalam air laut selutut masih minggir lagi ikannya kedua sepaha juga sama akhirnya yang ketiga itu sampai sepinggang ketinggian air sampai dompet, hape dan HT saya kena air, akhirnya bisa kembali dan tidak balik lagi,” pungkasnya.