Salah satu makhluk aneh yang tampil di karnaval desa Junjung Kecamatan Sumbergempol / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Salah satu makhluk aneh yang tampil di karnaval desa Junjung Kecamatan Sumbergempol / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Tangis anak kecil seketika meraung keras, orang tua yang menggendong tampak panik dan berusaha mendiamkan. Beberapa kali bujukan tak diindahkan, si anak tetap meraung keras lantaran meminta jajan yang melintas di jalan.
"Kamu pilek nduk, jika beli minuman itu nanti malah batuk dan panas," kata Ibu yang bernama Sunarti (28) sambil membujuk anaknya yang masih berusia empat tahun.

Anak kecil yang bernama Lia itu tetap menangis dan sesekali berontak dari gendongan Sunarti, namun tiba-tiba anak itu diam saat ada makhluk besar melintas. "Itu biasa makan bocah, jika kamu tidak diam kamu dimakan makhluk itu. Jangan menangis lagi," kata Narti yang langsung membuat Lia bungkam.

Bahkan Lia menutup mata karena takut dengan makhluk besar dengan lidah merah dan menjulur keluar dan muka seram.
"Minggir, ayo minggir biar kendaraan lancar," kata seorang peserta karnaval yang membawa ogoh-ogoh ala Bali di perayaan HUT Republik Indonesia ke 74 di desa Junjung, Sabtu (31/08) yang dimulai jam 13.00 wib

Berbagai atraksi tampak atraksi di lapangan, mulai dari tampilan pakaian adat nusantara hingga para pejuang. Yang menarik, pasukan masyarakat pedalaman papua dan dayak mendominasi rangkaian festival jalanan yang diikuti beberapa dusun mulai dari Junjung, Bendiljalin, Krajan dan Pasir itu.

"Saya suka robot, itu kreatif banget dibuat dari kardus. Ada juga barisan tokoh kartun yang bagus untuk foto anak-anak," kata Fatim, salah satu penonton yang hadir diantara ribuan penonton lainnya.

Jalanan di desa Junjung Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung mulai dari start hingga finish dipadati ribuan orang dan ratusan pedagang keliling dan pedagang kaki lima meraup untung banyak.

Sementara itu, barisan karnaval dan dentuman sound sistem dengan tarian Kreasi peserta dari berbagai usia menyemarakkan acara pawai karnaval yang dilaksanakan dengan meriah tersebut. Hingga menjelang Maghrib, acara baru selesai dengan sejumlah kemacetan hampir di seluruh jalan desa.