Ketua Program Sekolah Tahfizh, Awwaluddin Fithroh MPd di acara pembukaan Sekolah Tahfizh UIN Malang semester ganjil 2019/2020. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Ketua Program Sekolah Tahfizh, Awwaluddin Fithroh MPd di acara pembukaan Sekolah Tahfizh UIN Malang semester ganjil 2019/2020. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) memfasilitasi mahasiswanya untuk menghafal Alquran. 

Salah satunya melalui program Sekolah Tahfiz.

Program Sekolah Tahfiz merupakan salah satu program HTQ UIN Malang yang dimulai pada tahun 2012.

Program ini memfokuskan diri pada pengembangan pendidikan Alquran yaitu bidang hafalan (tahfiz) Alquran.

Program Sekolah Tahfizh mengantarkan mahasiswa UIN Malang menjadi sarjana hafiz Alquran yang memiliki kecerdasan intelektual sesuai dengan keilmuannya dan berakhlak Qur'any.

"Harapan kami mahasiswa tidak hanya menjadi sarjana setelah selesai kuliah tapi juga bisa hafal Alquran," ujar Ketua Program Sekolah Tahfiz, Awwaluddin Fithroh MPd kepada MalangTIMES saat ditemui di Gedung Hai'ah Tahfiz Alquran (HTQ), Sabtu (31/8/2019) di sela acara pembukaan Sekolah Tahfiz semester ganjil 2019/2020. 

Mahasiswa yang tergabung dalam Sekolah Tahfizh merupakan mahasiswa semester 3 ke atas. 

Mereka memiliki target untuk menghafalkan 1 juz atau 20 halaman dalam 20 kali pertemuan.

Setoran hafalan diberikan setiap minggu mulai senin sampai Jumat.

"Selama 1 semester bisa hafal 4 juz targetnya," imbuhnya.

Namun, Awwaluddin menyadari, mahasiswa juga disibukkan dengan jadwal kuliah yang padat dan tugas-tugas dari dosen. 

Jadi Sekolah Hafiz memberikan keringanan untuk hadir minimal 60 persen saja dari 20 kali pertemuan tersebut.

Setiap bulannya terdapat evaluasi. Apabila mahasiswa melewati batas minimal kehadiran maka akan dikenai sanksi, mulai dari teguran hingga mewakafkan 1 buku.

"Bulan pertama kita evaluasi. Kalau baik dimotivasi untuk melanjutkan. Kalau kurang maka kita beri teguran. Kalau bulan kedua masih begitu maka akan diberi sanksi berupa mewakafkan buku 1 saja," bebernya.

Mahasiswa yang tergabung dalam Sekolah Tahfiz itu sendiri dari awal pendaftaran sudah mengisi pernyataan kesanggupan untuk bersedia aktif.

"Kalau dia punya komitmen yang kuat untuk menghafal Alquran saya kira itu akan tercapai," tandas Awwaluddin.

Jenis kegiatan dalam Sekolah Hafizh tersebut tidak hanya hafalan Alquran. Ada pra tahfizh.

Kegiatan pra tahfizh adalah kelompok perbaikan bacaan Alquran yang diikuti oleh seluruh peserta sekolah tahfiz yang bacaan Alqurannya belum dinyatakan standard sesuai tajwid dan makhrajnya.

Ada pula kajian tajwid tematik yang dilaksanakan untuk meningkatkan keilmuan tajwid para peserta Sekolah Tahfizh baik teori maupun praktik.

"Di sini ada yg peserta mulai dari nol, bahkan ada yang belum baik bacaaannya, jadi kita perbaiki bacaannya. Jadi programnya ada kegiatan pra, setoran, tajwid, dan evaluasi," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load