Ilustrasi

Ilustrasi



Sebagai partai pemenang pemilihan umum legislatif di Surabaya, PDIP berhak untuk menduduki posisi ketua dewan. Sebab, kader dari partai berlambang banteng tersebut saat ini memiliki 15 kursi. Terbanyak dari partai lain yang hanya maksimal memiliki lima kursi.

Sebelumnya sudah ada empat nama yang diusulkan ke DPP PDIP untuk menjabat posisi tersebut. Yaitu, Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono, Sekretaris DPC PDIP Surabaya Baktiono, dan dua kader lain: Syaifuddin Zuhri serta Dyah Katarina.

Namun, belakangan ini empat nama itu sudah menyusut menjadi dua nama. Sebab, ketua Fraksi PDIP sudah diamanatkan kepada Baktiono. Sementara bendahara Fraksi PDIP diamanatkan ke Dyah Katarina.

Sekilas, profil Baktiono adalah ketua Fraksi PDIP Surabaya periode  2019-2024. Sementara Syaifuddin Zuhri adalah mantan sekretaris DPC PDIP Surabaya periode 2014-2019.

Kuat nama calon Ketua DPRD Surabaya nanti akan dijabat oleh Adi Sutarwijono. Sesuai dengan jabatannya saat ini yang juga ditunjuk sebagai ketua DPRD sementara. 

Namun, dikonfirmasi mengenai hal ini, Ketua Fraksi PDIP Surabaya Baktiono mengaku belum tahu. "Masih belum tahu seperti apa," katanya, Jumat (30/8).

Dia menjelaskan keputusan posisi ketua DPRD Surabaya akan ditentukan oleh DPP PDIP. Tidak hanya Surabaya, melainkan nasional. Nama-nama yang telah diusulkan, lanjut Baktiono, harus menjalani serangkaian fit and proper test. 

"Posisinya kan se-Indonesia. Nasional. Jadi, ya belum tahu apa yang seperti dikabarkan," terang legislator lima periode di gedung Yos Sudarso -istilah untuk gedung DPRD Surabaya karena berada di Jalan Yos Sudarso- ini.

Baktiono berharap, siapa pun yang terpilih nanti bisa bekerja sama dan saling support dengan seluruh fraksi di dewan Surabaya.

 


End of content

No more pages to load