Suroso tersangka kasus penganiayaan terhadap adik kandungnya hingga meninggal dunia saat diamankan polisi (Foto : Polsek Donomulyo for MalangTIMES)

Suroso tersangka kasus penganiayaan terhadap adik kandungnya hingga meninggal dunia saat diamankan polisi (Foto : Polsek Donomulyo for MalangTIMES)



Terdapat fakta mencengangkan dari kasus penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Donomulyo, Kamis (29/8/2019) malam. Dari hasil penyidikan terbaru yang dilakukan kepolisian, tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut, ternyata kakak kandung korban.

Seperti yang sudah diberitakan, usai mendatangi acara tahlilan Kamis (29/8/2019) sekitar pukul 19.30 WIB. Sujianto warga Dusun Bandung, Desa/Kecamatan Donomulyo, harus dirujuk ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang, lantaran mengalami luka parah dibagian perutnya.

Pria 38 tahun itu, mengalami luka tusukan di bagian perut sebelah kanan usai dianiaya menggunakan pisau dapur. Tersangkanya adalah Suroso warga Dusun Kalipakem, Desa/Kecamatan Donomulyo.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, tersangka Suroso yang tega melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia tersebut, diketahui sebagai kakak kandung korban.

”Iya, tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia ini, pelakunya merupakan kakak kandung korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Donomulyo, Ipda M Arif Karnawan, Jumat (30/8/2019).

Sesaat setelah aksi penganiayaan terjadi, dengan tanpa perlawanan tersangka Suroso langsung diringkus polisi menuju kantor Mapolsek Donomulyo. Selain itu petugas kepolisan juga menyita barang bukti berupa satu senjata tajam (sajam) jenis pisau dapur, yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. ”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan, terhadap tersangka sudah kami lakukan penahanan,” terang Arif.

Berdasarkan berbagai sumber informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, motif penganiayaan yang dilakukan tersangka terhadap adik kandungnya ini lantaran kasus hutang piutang.

”Dari penuturan tersangka, dirinya nekat menusuk korban dengan pisau dapur lantaran korban memiliki hutang. Tapi itu masih dugaan, kami masih melakukan penyidikan guna mengungkap motif di balik penganiayaan tersebut,” tutup Arif.

 


End of content

No more pages to load