Tersangka Bambang Suryanto saat diamankan polisi karena kasus penganiayaan yang disertai perusakan dan pengancaman. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Tersangka Bambang Suryanto saat diamankan polisi karena kasus penganiayaan yang disertai perusakan dan pengancaman. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)



Peristiwa memilukan dialami Muhamad Aly Slamet Kertojoyo, warga Dusun Jangkung, Desa Jatilangkung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Saat hendak menagih utang, pria 41 tahun itu justru dihajar dan hendak dibacok menggunakan pedang.

Kisah tragis  Aly Slamet itu terjadi Minggu (25/8/2019) siang. Tepatnya sekitar pukul 11.00 WIB, korban bersama seorang temannya bernama Darsono (55) mendatangi kediaman Bambang Suryanto di Dusun Wringinanom, Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

”Maksud kedatangan korban dan seorang temannya tersebut untuk menagih utang pembayaran uang muka pembelian binatang tokek. Tokek itu dibeli pelaku Bambang,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah, Kamis (29/8/2019).

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, uang muka pembelian tokek yang belum dibayarkan oleh pelaku  senilai Rp 16 juta. Lantaran sudah melebihi jatuh tempo pembayaran, Aly dan seorang temannya akhirnya nekat mendatangi kediaman Bambang.

Bukannya disambut dengan hangat, Bambang justru mengancam hendak membunuh Aly dan Darsono menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pedang.

Mengetahui ancamam tersebut, Aly dan Darsono justru tidak segera beranjak dari tempat duduk mereka. Keduanya malah semakin getol menagih utang pembayaran uang muka pembelian tokek yang tak kunjung dilunasi Bambang.

Melihat tamunya seolah cuek,  Bambang malah kesetanan dan menghajar dengan cara mencakar tangan sebelah kanan Aly. Selain itu, Aly  dianiaya di bagian hidungmya dengan cara digigit oleh tersangka Bambang. Tidak berhenti di situ saja. Bambang juga sempat mengayunkan pedang ke arah Aly.

Beruntung, Aly bisa menghindari ayunan tebasan senjata tajam tersebut. Merasa sasarannya berhasil menghindari serangan, Bambang yang semakin naik pitam langsung merusak handphone dan dompet berisi beberapa surat berharga milik korban. Dompet itu  kebetulan ditaruh di atas meja ruang tamu.

Merasa nyawanya terancam, Aly dan Darsono akhirnya memilih kabur meninggalkan lokasi kejadian. Mereka juga  melaporkan peristiwa yang dialaminya ke pihak kepolisian. 

Mendapat laporan, anggota Polsek Tumpang langsung dikerahkan ke lapangan guna melakukan penyelidikan. Mengetahui jika korban melapor ke polisi, tersangka Bambang sempat kabur dari rumah selama beberapa hari. 

Hingga akhirnya, pada Rabu (28/8/2019) tengah malam, polisi yang mendapat informasi akan keberadaan pelaku langsung meringkus tersangka. Saat itu, Bambang  sedang berada di rumahnya  di Tumpang.

 ”Akibat insiden penganiayaan tersebut, korban mengalami luka lecet di bagian tangan sebelah kanan serta luka memar bekas gigitan di bagian hidung,” ungkap Ainun.

Guna kepentingan penyidikan, polisi menyita satu buah dompet berisi surat berharga serta satu unit handphone milik korban yang dirusak oleh tersangka sebagai barang bukti.

Selain itu, saat meringkus Bambang di rumahnya, petugas juga mengamankan sebilah sajam jenis pedang yang digunakan tersangka untuk mengancam korban. ”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Terhadap tersangka Bambang, sudah kami lakukan penahanan,” ujar Ainun.

 


End of content

No more pages to load