Uang hasil penggelapan yang dijadikan barang bukti oleh polisi. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Uang hasil penggelapan yang dijadikan barang bukti oleh polisi. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Air susu dibalas air tuba. Peribahasa ini sepertinya layak untuk menggambarkan fenomena kejahatan yang marak terjadi di wilayah hukum Polres Malang.  Yakni penggelapan dalam jabatan.

Dalam waktu sebulan belakangan ini, tiga perusahaan yang ada di Kabupaten Malang dikabarkan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah lantaran kasus kejahatan yang dilakukan oleh karyawannya sendiri.

”Pada bulan ini, kasus penipuan dan penggelapan dalam jabatan paling marak terjadi jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya. Sedikitnya ada tiga kasus penggelapan dalam jabatan yang terjadi sepanjang Agustus ini,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah.

Menurut Ainun, pelaku biasanya sudah mempelajari celah untuk mencari keuntungan dari perusahaan tempat mereka bekerja. "Karena itu, tindakan penggelapan dalam jabatan ini minimal menyebabkan kerugian hingga ratusan juta,” terangnya.

Kasus itu misalnya yang berhasil diungkap anggota Satreskrim Polres Malang pada awal Agustus lalu. Tepatnya pada 4 Agustus silam, dalang di balik aksi penggelapan dalam jabatan di sebuah perusahaan properti berhasil diringkus polisi. Dia perempuan berinisial  SS.

Perempuan yang menjabat sebagai branch manager development di Tirtasani Royal Resort itu disebut melakukan penggelapan sejumlah uang milik perusahaan yang ditaksir mencapai Rp 4 miliar.

Empat hari kemudian, tepatnya  8 Agustus silam, giliran Unit Reskrim Polsek Pakis yang mengungkap kasus penggelapan dalam jabatan. Tersangkanya adalah Dhanang Agung Satyapraja, warga Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pria 43 tahun itu kedapatan melakukan tindakan penggelapan dalam jabatan sejak pertengahan 2018 lalu.

Posisinya sebagai marketing di PT Kinarya Jaya Abadi membuat pelaku leluasa untuk memanipulasi data demi mendapatkan keuntungan dari perusahaan tempatnya bekerja. Akibat ulah pria yang berusia lebih dari kepala empat tersebut, perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Pakis ini menderita kerugian hingga lebih dari Rp 183 juta.

Terakhir, aksi kejahatan serupa juga menimpa PT Sinar Makmur Sejahtera Mandiri. Akibat ulah seorang karyawannya yang bernama Dwi Prasetyo, perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Singosari ini mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 319,6 juta.

Setelah menghimpun keterangan dari beberapa saksi serta mengamankan beberapa barang bukti, jajaran kepolisian Polsek Singosari akhirnya meringkus warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, itu pada Rabu (28/8/2019).

”Kepada ketiga tersangka, sudah kami lakukan penahanan. Hingga kini petugas masih melakukan penyidikan guna melengkapi berkas perkara  tersebut. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dalam jabatan,” kata Ainun.