Bupati Jember Faida, komisioner KPK dan Satgas Pencegahan KPK saat press conference bersama puluhan jurnalis. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Bupati Jember Faida, komisioner KPK dan Satgas Pencegahan KPK saat press conference bersama puluhan jurnalis. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Roadshow bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi singgah di Jember Kamis (29/8/2019). Roadshow bus KPK ini  rencananya menyambangi 28 kabupaten dan kota. Jember sendiri merupakan kota ke-19 yang disinggahi KPK.

Selama tiga hari, tim dari KPK akan berada di Jember.  Mereka akan memberikan edukasi tentang pencegahan korupsi kepada masyarakat.

“Daerah yang dikunjungi bus KPK roadshow karena kami melihat daerah tersebut memiliki kepala daerah yang berintegritas. Sehingga tujuan roadshow bus KPK ini untuk memberikan edukasi dan pencegahan terjadinya korupsi. Jangan sampai champion-champion (kepala daerah) yang memiliki dedikasi dan integritas memerangi korupsi ini terjerat kasus korupsi,” ujar komisioner KPK Saut Situmorang kepada sejumlah wartawan.

Saut menambahkan, KPK tidak ingin ada kepala daerah yang memiliki integritas menambah daftar jumlah tahanan KPK yang jumlahnya sudah mencapai ribuan. “Saat ini tahanan KPK mulai dari pengusaha, politisi, bupati, gubernur, dan menteri. Jumlahnya mencapai 1.000-an. Sudah stop di angka itu. Kalau bisa, jangan ditambah lagi. Makanya kami melakukan edukasi untuk melakukan pencegahan,” ucap dia.

Menurut pria kelahiran Medan yang memiliki nama lengkap Thony Saut Situmorang itu, penyidikan terhadap korupsi bagi penyelenggara negara akan terus dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni 18 tahun. “Jangan sampai saat ini, kepala daerah yang sudah bagus ini tidak mengetahui hal-hal yang dicegah, hal-hal yang menjurus ke korupsi, karena penyidikan kasus korupsi itu bisa dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama. Iya sekarang tidak tertangkap, tapi 18 tahun lagi nanti, saat sudah menimang cucu, tiba-tiba tersangkut. Kan eman,” ungkap dia.

Bahkan Saut juga mengapresiasi Bupati Jember dr Hj Faida yang tiga tahun sebelumnya sudah mengajukan ke KPK agar turun ke Jember untuk melakukan tugas memberikan edukasi. “Kalau tidak salah, bupati Jember sudah tiga tahun lalu minta kepada KPK untuk ke Jember. Namun baru kali ini bisa datang,” katanya.

Sementara, Bupati Faida dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KPK yang telah datang ke Jember. Menurut bupati perempuan pertama di kota tembakau ini, kedatangan KPK bisa memberi edukasi kepada siswa dan masyarakat.

“Kami mengapresiasi kepada KPK yang telah singgah di Jember. Ini sinyal positif untuk mengedukasi generasi bangsa calon pemimpin. Mereka jadi tahu mana yang disebut korupsi dan bagaimana pencegahannya. Ini yang penting. Dan besok, tim dari KPK akan menyapa pelajar yang ada di Jember selama tiga hari. Puncaknya 1 September,” pungkas bupati.