Para anggota bencana mengikuti gladi-simulasi bencana. (eko Arif s /JatimTimes)

Para anggota bencana mengikuti gladi-simulasi bencana. (eko Arif s /JatimTimes)



Sirine tanda bencana telah dibunyikan. Tim Destana (Desa Tangguh Bencana) Mojo sudah berkumpul dan siap melaksanakan tugasnya menanggulangi bencana tanah longsor. Semuanya telah membagi tugas, mulai bagian logistik, bagian evakuasi, menggotong korban, dan lain sebagainya.

"Telah terjadi bencana tanah longsor di Dusun Badut, Desa Jugo, Kecamatan Mojo. Tim Destana segera menuju lokasi melakukan tugasnya mengevakuasi korban," seru Jayadi, kades Mojo.

Dengan cekatan dan terlatih, para tim Destana menyebar guna memberikan pertolongan kepada korban. Tim dibagi menjadi beberapa regu dan diberi tugas berbeda-beda.

Semua kesibukan tersebut merupakan bagian dari simulasi yang digelar BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Kediri di Dusun Badut, Desa Jugo, Kecamatan Mojo.  Kegiatan dilakukan mulai awal terjadi bencana hingga para korban dirujuk ke rumah sakit dengan ambulans.

Simulasi gladi-lapang penanggulangan bencana dan pembentukan Destana tersebut diikuti oleh 40 anggota dari Destana Mojo serta melibatkan babinsa dan bhabinkamtibmas Mojo.

Dijelaskan oleh Moh. Saifudin Zuhri, kasi pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kediri, pembentukan dan pelatihan desa tangguh bencana juga melibatkan tiga pilar, yaitu kepala desa, TNI dan Polri. Sebab, merekalah yang setiap hari tahu lokasi dan kondisi di wilayahnya jika setiap saat terjadi longsor.

Ditambahkan  Jayadi, kades Jugo, secara geografis Desa Jugo berada di lereng Gunung Wilis yang sangat rawan terjadi bencana alam. “Dengan adanya kegiatan simulasi ini, saya berharap warga bisa mengikutinya dengan baik, agar jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, bisa langsung tanggap dan tangguh menanggulanginya,” pungkas Jayadi. 


End of content

No more pages to load