Kanit Laka Satlantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman sang kolektor pusaka keris saat menunjukkan salah satu keris koleksinya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Kanit Laka Satlantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman sang kolektor pusaka keris saat menunjukkan salah satu keris koleksinya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Pusaka berupa keris sangat kental dan erat kaitannya dengan kebudayaan suku Jawa pada umumnya. Banyak orang dari berbagai kalangan masih peduli untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur suku jawa tersebut. Di hari-hari tertentu, keris warisan leluhur itu dirawat secara khusus.

Salah satu kolektor pusaka keris di Kabupaten Jombang ini sudah 40 tahun melestarikan warisan leluhur sebagai uri-uri budaya Jawa. Adalah Iptu Sulaiman, seorang Polisi Perwira Pertama yang sehari-sehari bertugas di Satuan Lalu Lintas Polres Jombang.

Menjadi abdi negara di instansi Kepolisi Republik Indonesia, tidak menghalangi Sulaiman untuk tetap merawat warisan leluhurnya di tengah-tengah kesibukannya. Kegemaran merawat pusaka keris ini ia dapati sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di umur 13 tahun atau 40 tahun lalu.

Koleksi pusaka milik pria kelahiran 1 Oktober 1966 ini, sudah sebanyak 700 buah pusaka. 600 berupa pusaka keris dan 100 berupa pusaka tombak dan pusaka lainnya. Pusaka-pusaka ini ia dapat dari membeli di sesama kolektor keris, dan sebagian kecil ada yang dari peninggalan orang tuanya.

"Pusaka ini ada yang saya dapat sendiri, ada yang dapat dari teman, saudara," terang Sulaiman saat ditemui di kediamannya di Dusun Kayen, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kamis (29/8).

Di kediaman bapak dua anak ini, ratusan pusaka tersebut tertata rapi di ruangan kamar berukuran 4x6 meter di lantai dua. Sebagian pusaka keris dan tombak lainnya juga tertata rapi di ruang tamu di lantai dasar. Keris yang jadi koleksinya inu mulai dari keris di era kerajaan Singosari, Matamaram Kuno, Kediri, hingga kerajaan Majapahit.

Di hari-hari tertentu seperti menjelang bulan Suro atau 1 Muharam kalender Hijriyah, pusaka-pusaka milik Kanit Laka Satlantas Polres Jombang ini dilakukan perawatan secara khusus.

Saat ditemui di kediamannya, Sulaiman dibantu dua temannya sudah terlihat sibuk mengeluarkan pusakanya berupa keris dan tombak untuk dibersihkan.

Keris dan tombak ini pertama dibersihkan dengan kain kering bersih, kemudian dilumuri dengan minyak khusus seperti minyak melati, minyak kemiri dan minyak cendana kraton.

Tidak ketinggalan, warangka atau sarung keris juga ikut dibersihkan. Khusus warangka hanya dibersihkan dengan kain kering untuk menghilangkan debu yang menempel. Setelah dibersihkan, pusaka-pusaka itu kembali diletakkan di tempat penyimpanan.

"Setiap bulan Suro, pusaka-pusaka ini kita rawat sama-sama. Kita bersihkan, banyak saudara-saudara yang membantu. Istilahnya itu dimandikan, disekar, ya seperti leluhur kita dulu. Ini sebagai bentuk uri-uri budaya (merawat budaya, red)," ujarnya.

Mengoleksi pusaka-pusaka ini tidak hanya sebatas hobi saja, melainkan juga sebagai hal yang membetuk jati diri Sulaiman. Karena mengoleksi pusaka-pusaka itu, dikatakan Sulaiman, ia mendapatkan ketentraman dan bisa menjaga prilukanya saat berdinas di instansi kepolisian tempat ia bekerja.

"Kalau polisi ini kan sebagai tugas abdi negara. Kalau untuk koleksi pusaka ini, kita bisa menemukan ketentraman dan untuk menjaga perilaku kita di dalam tugas kepolisian. Ini banyak maknanya," pungkas Sulaiman.(*)