Perwakilan Banser Banyuwangi usai menyerahkan surat penolakan kedatangan penceramah NS
Perwakilan Banser Banyuwangi usai menyerahkan surat penolakan kedatangan penceramah NS

Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Banyuwangi menolak rencana kedatangan seorang penceramah berinisial NS di kota Banyuwangi. Sebab Ansor menganggap ceramah NS kerap menghina dan memprovokasi dan menebarkan kebencian kepada kiai, habaib, NU, GP Ansor dan pemerintah.

Menurut Komandan Satkorcab Banser Banyuwangi, Mashud, ceramah NS yang tersebar di media sosial sarat dengan ungkapan kebencian. Umpatan-umpatan yang dinilai tak berdasar itu menurutnya sudah mengarah kepada fitnah dan provokasi.

“Jejak digital inilah yang menjadi pertimbangan kami dalam mengambil keputusan untuk menolak kehadirannya di Banyuwangi. Banyuwangi sudah kondusif dan tentram. Kami tidak ingin kondisi yang telah aman ini rusak karena ceramah NS yang keras,” tegas Mashud, Rabu (28/8/19).

Mashud mengaku keputusan untuk menolak NS melakukan ceramah di Banyuwangi ini bukan semata-mata keputusan Banser. Namun keputusan ini sebelumnya sudah dikonsultasikan dan direstui para kiai di Banyuwangi.

Para pentolan Banser Banyuwangi langsung  mendatangi Polres Banyuwangi untuk menyampaikan surat penolakan kedatangan NS tersebut. Mereka langsung bertemu dengan Kasat Intelijen Polres Banyuwangi. Mereka berharap Kepolisian tidak memberikan izin untuk pelaksanaan kegiatan NS tersebut.

Dia menegaskan, jika NS tetap hadir dan melakukan ceramah di Banyuwangi, Dia akan menurunkan anggota Banser untuk mengawasi kegiatan tersebut. "Jika nanti ada ceramah yang bernada provokasi atau menghina Kyiai dan lain sebagainya akan kita bubarkan," pungkasnya.

NS sedianya akan datang ke Banyuwangi dan melakukan ceramah di sebuah masjid di wilayah Kecamatan Giri. Kegiatan itu rencananya akan dilaksanakan pada 6 September mendatang.