Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Malang (kanan) bersama OPD lainnya saat menggelar rakor perdana untuk pelatihan bagi warga binaan lapas wanita (Nana)

Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Malang (kanan) bersama OPD lainnya saat menggelar rakor perdana untuk pelatihan bagi warga binaan lapas wanita (Nana)



Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, mulai menindaklanjuti komunikasi yang telah dilakukan Plt Bupati Malang Sanusi dengan Kalapas, beberapa waktu lalu. 

Yakni, terkait upaya Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang dalam merangkul warga binaan yang ada di lembaga pemasyarakatan (lapas) wanita. Melalui pembinaan dan pelatihan yang nantinya akan dilakukan oleh OPD di Kabupaten Malang, salah satunya Disnaker.

Komitmen untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan lapas wanita di Malang Raya itu, terlihat dari adanya rapat koordinasi yang digelar oleh Disnaker Kabupaten Malang bersama OPD terkait lainnya.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo melalui Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas  M Yekti Pracoyo, yang mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah awal dalam mewujudkan instruksi Plt Bupati Malang Sanusi dalam memberikan pelatihan kepada warga binaan di lapas wanita.

"Kita bersama beberapa OPD terkait telah melakukan rakor perdana untuk memulai agenda pelatihan bagi warga binaan di lapas wanita yang ada di Malang Raya. Ini juga sebagai bentuk tindak lanjut apa yang telah disampaikan Bapak Plt Bupati," kata Yekti kepada MalangTIMES, Rabu (28/08/2019).

Seperti diketahui, Sanusi memberikan janji kepada warga binaan untuk memberi dukungan keterampilan. Dimana, harapannya, setelah warga binaan menyelesaikan masa hukumannya, sudah memiliki keterampilan kerja untuk kehidupan barunya, nanti.

Sanusi juga telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk menindaklanjuti janji tersebut. Sesuai dengan tupoksi dan program kerja yang dimiliki di OPD masing-masing.

Secara teknis nantinya, rencana pelatihan yang telah dibahas di ruang kerja Kepala Disnaker, akan segera ditindak lanjutinya. Dimana, menurut Yekti, ada beberapa hal yang disepakati dalam rakor perdana tersebut.

Pertama, Disnaker akan memberikan pelatihan sulam kepada warga binaan di lapas wanita. "Untuk tahap pertama kita akan gelar pelatihan sulam. Dimana, kita akan menggandeng lembaga pelatihan kerja (LPK) yang sudah bekerjasama dengan kita selama ini," ungkapnya.

Selanjutnya, warga binaan juga akan dibina terkait berbagai keterampilan dan kemampuan lanjutan untuk memperkuat hasil pelatihan sulam. Berbagai materi terkait pengembangan usaha, penjualan, pendanaan serta hal teknis lainnya, akan juga diberikan kepada warga binaan.

Yekti menegaskan, dengan skema itu, maka tujuan dari pelatihan yaitu memberikan keterampilan kepada warga binaan setelah mereka keluar dari lapas, bisa dipraktikkan untuk melanjutkan kehidupan barunya.

"Jadi pelatihan yang akan digelar sifatnya berkelanjutan. Tidak hanya selesai dipelatihan, sudah. Tanpa ada tindak lanjut. Apalagi, tujuan kita adalah memberikan keterampilan kerja bagi mereka yang nantinya setelah keluar bisa dipraktekkan," ujarnya.

Point ketiga dalam rakor perdana adalah cakupan warga binaan di lapas wanita yang jadi sasaran Disnaker. Dimana, tidak hanya di lapas wanita asal Kabupaten Malang saja yang akan dibina agar memiliki kemandirian ekonomi nantinya.
Tapi, lanjut Yekti, secara bertahap akan dilakukan kepada seluruh warga binaan yang ada di Lapas.

"Untuk jumlahnya kita ikuti dari lapas wanita itu sendiri," ujarnya yang juga mengatakan teknis pelaksanaan akan dibahas secara detail di rakor berikutnya.

"Intinya, bagaimana kami bisa membantu warga binaan bisa mandiri ekonomi saat mereka keluar. Sehingga tetap berdaya guna baik bagi dirinya, keluarga dan masyarakat," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load