Proses olah TKP yang dilakukan oleh anggota Polres Jombang di lokasi penemuan mayat korban. (istimewa)

Proses olah TKP yang dilakukan oleh anggota Polres Jombang di lokasi penemuan mayat korban. (istimewa)



Seorang kakek di Jombang ditemukan tidak bernyawa di sebuah ladang tebu dengan kondisi seluruh tubuh terbakar. Mayat korban ditemukan oleh anak kandungnya sendiri.

Mayat yang terbakar tersebut diketahui bernama Syaifulloh (62), warga Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Korban sehari-sehari merupakan seorang petani tebu di desa tersebut.

Kapolsek Diwek AKP Bambang Setyo Budi menjelaskan, mayat pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya Muhammad Saiful Anam (22), pada Rabu (28/8) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu Saiful sedang mencari korban ke ladang tebu milik orang tuanya, lantaran korban tidak pulang semalaman.

Waktu itu, korban berpamitan akan ke ladang tebu miliknya, untuk membakar daun tebu yang kering sisa panen.

"Anak kandung korban terakhir kali bertemu dengan korban pada hari Selasa tanggal 27 agustus  2019 jam 18.30 Wib ketika korban berpamitan kepada keluarga hendak membakar sisa daun tebu kering dipersawahan lahan tebu miliknya," terang Bambang, saat dihubungi wartawan, Rabu (28/8) sore.

Mengetahui orang tuanya terbujur kaku dengan kondisi terbakar, lantas Saiful melaporkan ke pihak perangkat desa setempat untuk diteruskan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan warga itu, anggota polisi dari Polsek Diwek langsung menuju ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil identifikasi korban, sambung Bambang, korban saat ditemukan dalam kondisi tengkurap. Kondisi tubuh korban mengalmai luka bakar hingga 80 persen. "Penyebab kematian korban diduga karena terbakar pada saat korban membakar daun tebu kering di area persawahan miliknya," ungkapnya.

Sementara, dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Brambang, Kecamatan Diwek, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah melalui proses visum oleh tim dokter, jenazah korban diminta pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Istri korban ikhlas menerima kejadian meninggalnya korban  dan tidak menuntut dalam bentuk apapun, karena korban meninggal karena tidak sengaja terbakar pada saat korban membakar daun tebu kering diarea persawahan miliknya," pungkas Bambang.(*)

 


End of content

No more pages to load