Plt Bupati Malang Sanusi siap bentuk Satgas Stunting dalam mempercepat penurunan angka penderita (Humas Pemkab Malang)

Plt Bupati Malang Sanusi siap bentuk Satgas Stunting dalam mempercepat penurunan angka penderita (Humas Pemkab Malang)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


Stunting menjadi perhatian nasional dalam beberapa bulan ini. 

Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai juga kerap menyoal persoalan yang masih menimpa cukup tinggi warga Indonesia berusia balita.

Tak terkecuali Kabupaten Malang yang sempat membuat shock banyak kalangan dengan adanya data stunting di kisaran 20 persen, di tahun lalu. 

Atau sebanyak 30.323 dari total 154.188 balita di Kabupaten Malang di tahun 2018 lalu.

Kondisi itu membuat Plt Bupati Malang Sanusi pun mulai terus menyoal stunting di berbagai kegiatan serta memberikan target zero stunting di tahun 2020 datang.

Target itu juga diikuti dengan rencana pembentukan Satgas Stunting yang berasal dari unsur Dinas Kesehatan, BPJS, pakar gizi, muspika dan kader posyandu yang ada di 33 kecamatan.

"Kita secepatnya bentuk satgas penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Malang. Ini agar angka stunting bisa turun cepat dan tepat," kata Sanusi, Rabu (28/08/2019).

Sanusi juga menyampaikan, bahwa dengan pergerakan pencegahan dan penanganan stunting dari akhir 2018 lalu sampai saat ini telah menghasilkan sesuatu yang menggembirakan.

Politikus PKB ini mengaku sampai saat ini angka stunting sudah bisa diturunkan menjadi 12 persen dari tahun sebelumnya.

"Setiap bulan bisa turun 1 persen angka stunting. Ini tentunya menggembirakan. Ke depan dengan adanya satgas stunting ini akan lebih mempercepat penurunan angka stunting. Hingga tahun 2020 datang sudah zero stunting di Kabupaten Malang," ujarnya optimis.

Disinggung terkait adanya berbagai data jumlah stunting, Sanusi menegaskan, hanya data Dinas Kesehatan yang jadi rujukan dan disebutnya valid dan resmi untuk melihat para penderita gangguan gizi buruk dan berakibat pada terganggunya tinggi badan balita.

Terkait anggaran pun, Sanusi secara tegas mengatakan siap untuk mencapai target yang telah ditetapkannya. 

"Anggaran ada sampai tahun ini. Kalau pun masih kurang kita penuhi di tahun 2020. Kita serius tangani stunting ini," ujarnya.

Dirinya juga menegaskan, bahwa untuk persoalan pendidikan dan kesehatan sebagai kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Malang, Pemkab Malang akan terus berupaya memaksimalkan anggaran yang ada.

"Jadi ini urusan wajib yang tentu butuh prioritas, baik anggaran dan lainnya. Jadi terkait anggaran tentu kita prioritaskan," imbuh Sanusi.

Ratih Maharani Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang juga menyampaikan hal sama terkait anggaran untuk penanganan dan pencegahan stunting di wilayahnya. 

Dimana, dirinya menyampaikan, anggaran untuk itu telah siap di pihaknya.

"Untuk penambahan nutrisi di tahun ini sudah kita anggarkan dan dananya ada," ucapnya.

Ratih melanjutkan, pihaknya akan memberikan asupan tambahan kepada balita berupa treparat glukosa dan amino untuk tambahan asupan nutrisi. 

"Karena penyandang stunting ini kan balita. Jadi kita programkan untuk penambahan nutrisi itu," ujarnya yang juga mengatakan siap untuk menurunkan angka stunting sampai pada angka nol di tahun depan.

"Kita siap sesuai target pak Plt Bupati. Tentunya kita juga butuh dukungan lintas sektoral untuk itu," tandas Ratih.


End of content

No more pages to load