Ketua Pengadilan Agama Trenggalek saat mempraktikkan pemadaman api
Ketua Pengadilan Agama Trenggalek saat mempraktikkan pemadaman api

Pengadilan Agama Kabupaten Trenggalek bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Trenggalek menggelar simulasi memadamkan kebakaran bertempat di kantor pengadilan agama. 

Satu unit mobil damkar serta tim pemadam dikerahkan pada pelaksanaan simulasi tersebut.

H. Nur Chozin Ketua PA Trenggalek menyampaikan, simulasi tersebut digelar pengadilan agama dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi surveylent akreditasi penjaminan mutu, yang diperkirakan pada bulan September-Oktober akan kedatangan tim untuk melaksanakan kegiatan surveylent tersebut.

"Dalam status akreditasi di tahun kemarin, pengadilan agama mendapatkan (A) Exelent. Demi mempertahankan status tersebut maka pengadilan agama melengkapi semua efident di pengadilan agama, agar di tahun ini tetap bisa mempertahankan akreditasi (A) tersebut," ungkapnya Rabu (28/08/19).

Selain mempertahankan status akreditasi pengadilan agama Nur Chozin juga menambahkan, pelaksanaan simulasi ini untuk memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman kepada seluruh pegawai pengadilan agama dan memberikan keterampilan dalam membantu menyelamatkan lingkungan dimanapun, baik di kantor atau dirumah. Paling tidak telah mengetahui teori maupun praktek.

Sementara itu, dikatakan M. Basuki Koordinator Pemadam Kebakaran Trenggalek dalam simulasi di kantor pengadilan agama ini selain mempraktekkan cara memadamkan api juga melakukan sosialisasi cara mengendalikan api. 

Selain itu juga memberikan pengarahan evakuasi penyelamatan apabila terjadi kebakaran.

"Poin pertama dalam penanganan kebakaran, intinya disaat api masih kecil harus diatasi terlebih dahulu. Dengan adanya sosialisasi dan pengarahan kalau bisa masyarakat lebih sigap dalam penanganan jika terjadi kebakaran di lingkungannya," jelasnya.

Basuki menambahkan, selain penanganan pertama teori segitiga api juga harus difahami yakni bahan bakar, oksigen atau udara dan panas. 

Jadi dalam penanganannya apabila satu unsur tersebut dipisahkan pasti tidak akan terjadi kebakaran. 

Contohnya dengan ditutupnya oksigen, agar oksigen tidak bertambah sudah bisa dipastikan api akan padam.