Kondisi kain seragam pramuka saat berada di gedung tennis indoor Jombang yang siap dibagikan kepada para penerima. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Kondisi kain seragam pramuka saat berada di gedung tennis indoor Jombang yang siap dibagikan kepada para penerima. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Para siswa SD dan SMP di Jombang terpaksa  tetap menggunakan seragam lamanya untuk berangkat ke sekolah hingga September nanti. Pasalnya, seragam sekolah gratis yang digaungkan bupati Jombang pada program kerjanya belum sepenuhnya terealisasi.

Salah seorang guru SMP Negeri 1 Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang, Dwi Swasono, mengatakan, pihaknya baru menerima satu kain seragam dari program bupati Jombang itu. Yakni kain seragam pramuka yang akan dibagikan untuk 240 siswa baru di sekolahnya.

"Seragam ini yang sudah kami tunggu-tunggu. Ini baru seragam pramuka," ujarnya saat ditemui di lokasi pengambilan kain seragam sekolah, di gedung tenis indoor Jl Kusuma Bangsa, Kecamatan Jombang, Rabu (28/8) pagi.

Kendati  baru seragam pramuka yang diterimanya, pihak SMP Negeri 1 Bandar Kedungmulyo mengaku pasrah menunggu pembagian dua seragam lainnya. Yakni seragam nasional dan seragam olahraga.

Dikatakan Dwi, para siswa barunya akan menggunakan seragam lama semasa SD sembari menunggu datangnya kain seragam baru. Untuk seragam nasional biru-putih, siswanya akan tetap menggunakan seragam SD merah-putih. Sedangkan untuk olahraga! akan menggunakan seragam lamanya saat di SD dulu.

"Ya selama ini masih menggunakan seragam dari SD. Ini yang sudah diberikan, ya kita terima dulu. Sisanya, kita menunggu. Siswa akan menggunakan seragam lamanya dulu sementara," ungkap nya.

Seragam nasional dan olahraga diharapkan Dwi agar segera  terealisasi.  Pasalnya, para wali murid sudah mulai menanyakan seragam gratis yang digaungkan bupati Jombang sejak masa kampanye dulu.

"Ya saya harap secepatnya agar dibagikan karena sekolah ini juga menunggu-nunggu. Wali murid menunggu-nunggu. Pihak sekolah juga kan tidak bisa menagih. Jadi, semuanya masih menunggu," tandas nya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Budi Nugro menyampaikan bahwa dirinya tidak bisa memastikan kapan turunnya seluruh kain seragam sekolah gratis itu. Ia hanya menunggu hingga batas waktu kontrak pengadaan kain seragam tersebut.

Dikatakan Budi, batas waktu kontrak pengadaan kain tersebut berakhir pada 23 September untuk seragam olahraga dan 29 September untuk seragam nasional.

"Ini semuanya sudah kontrak ya. Ini pramuka sudah siap sebelum batas akhir kontrak. Sisanya tidak akan melampaui batas kontrak yang seharusnya sudah kita bagikan," kata Budi.

Ditegaskan Budi, jika kain seragam melampaui batas kontrak, akan ada sanksi tegas yang diberikan. Sanksi mulai dari denda hingga pemutusan kontrak. "Ya tentunya kalau melebihi batas kontrak ya sesuai aturan kontraknya. Ada sanksi denda hingga pemutusan kontrak. Dendanya ada hitungan per harinya di dalam aturan kontrak," tegasnya.

Untuk diketahui, sesuai data dapodik, ada sekitar 11.992 siswa SDN dan sebanyak 9.766 siswa SD swasta dan MI/MIN yang akan menerima bantuan seragam.

Siswa SMP jumlahnya mencapai 10.083 siswa dan MTs swasta/negeri jumlahnya sekitar 14.294 siswa. Jadi, jumlah keseluruhan mencapai 46.135 siswa yang akan menerima seragam gratis.

Para pelajar akan menerima tiga  jenis kain seragam gratis. Yakni, seragam nasional seperti kain putih-merah untuk SD, putih-hijau untuk MI, biru-putih untuk SMP/MTs. Kedua, seragam pramuka dan ketiga seragam olahraga.


End of content

No more pages to load