Ilustrasi ibu hamil (Foto : istimewa)

Ilustrasi ibu hamil (Foto : istimewa)



 Permasalahan stunting atau kondisi tubuh seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusinya masih terus disoroti bidang kesehatan. Tak terkecuali di Kota Malang.

Salah satu penyebab utama stunting yakni karena kurangnya gizi kronis sejak bayi masih dalam kandungan ibu hingga masa awal kelahiran anak. Biasanya, hal ini akan mulai tampak di usia anak mencapai 2 tahun.

Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menginginkan adanya zero stunting. Karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus berupaya untuk mengantisipasi angka stunting. Nah, salah satunya kepada kondisi ibu hamil yang selalu dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang.

Di mana kondisi ibu hamil ini harus menerapkan pola makanan yang sehat dengan Isi Piringku. Kemudian di masa kehamilan, ibu hamil juga dieajibkan untuk membiasakan diri mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi, yakni ATIKA (ati ayam, telur, ikan).

"ATIKA ini baik dikonsumsi bagi ibu hamil untuk pemenuhan gizinya dan sebagai pencegahan stunting," ujar Staff Penyuluh Kesehatan Masyarakat di Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Malang, Enis Retnowati.

Di mana, kandungan zat besi dalam 1 ati ayam setara dengan 1 gelas nasi x 9, atau satu setengah kilo nasi. 1 ikan setara dengan 3,5 gelas nasi atau 3,5 ons, dan 1 telur setara dengan 4 gelas nasi atau 4 ons.

Sehingga kebutuhan makanan tersebut sangat diperlukan bagi ibu hamil, karena seorang anak bisa mengalami stunting salah satu penyebabnya karena kelurangan zat gizi saat bayi masih dalam kandungan.

"Nah, itu juga untuk ibu hamil dibarengi dengan mengonsumsi sayur dan buah, karbohidrat juga. Tapi tetap menu utamanya ATIKA. Ibu sehat, bayi juga sehat," pungkas dia.


End of content

No more pages to load